Powered by Blogger.

CB Blogger Lab

PEMBACA

JASA SEO CB

Kabar Sniper Tembak Rizieq Diduga Hanya Akal-akalan, Ini Alasannya




Foto Ilustrasi: Seorang Wanita Cantik Sedang Membidik Sasaran. Foto Tak Ada Kaitan Dengan Berita, Hanya Sekedar Ilustrasi.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dikabarkan ditembak sniper di kediamannya di Megamendung Bogor Jawa Barat. Namun peluru sniper atau penembak jitu meleset sehingga Habib Rizieq selamat dari maut.

Bukti penembakan Habib Rizieq di pendopo miliknya di Megamendung. Di kamarnya terdapat bekas seperti tembakan yang diklaim dari sniper.

Akan tetapi, banyak kejanggalan penembakan Habib Rizieq. Apalagi, pria yang kini menjadi tersangka atas kasus penodaan Pancasila di Polda Jawa Barat itu sudah berada di Saudi Arabia dengan dalih mengungsi.

Selain itu, berbagai dugaan pelanggaran hukum lainnya juga sedang menanti Habib Rizieq. Benarkah Habib Rizieq ditembak, atau mencari alasan untuk bisa kabur dari jeratan hukum yang mengincarnya?

Berikut rangkuman JawaPos.com terkait 5 kejanggalan penembakan Habib Rizieq:

1. Bidikan Sniper Meleset


Peneror pria yang kerap mengenakan gamis warna putih itu diduga seorang sniper. Namun, anehnya tembakan sniper tersebut disebut meleset. Padahal seorang penembak masuk kualifikasi sniper atau penembak jitu tentu memiliki jam terbang menembak tepat sasaran yang tinggi. Tidak semudah itu untuk meleset.

Tapi nyatanya, Habib Rizieq terlepas dari bidikan. Seolah-olah pelaku yang menembak adalah orang amatiran, padahal tak sembarangan penembak bisa menjadi sniper.

“Habib Rizieq tinggalkan tanah air, gara-gara ditembak sniper. Kalau nggak salah (penembakan), Selasa (25/4). Untungnya meleset, kena pendopo,” ungkap Sambo, Jumat, 28 April 2017.

2. Tak Melapor ke Polisi


Meski mendapat aksi teror, Habib Rizieq malah enggan melaporkannya ke polisi. Padahal secara tegas, polisi menyarankan membuat laporan. Tujuan, agar kepolisian bisa mengusut kasus itu.


Polisi tidak bisa bergerak karena penyidik akan bekerja berdasarkan laporan yang dibuat masyarakat. Kalau tak ada laporan, maka insiden penembakan itu tak bisa diselidiki.


“Kami tida bisa bergerak dong. Semua berdasarkan laporan. Kalau tidak ada laporan bagaimana? Pokoknya ya dilaporkan saja dulu,” terang Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.

3. Dalih Mengungsi Padahal Hendak Diperiksa
Habib Rizieq Shihab kini berada di Saudi Arabia. Disebutkan dia sengaja ke sana karena sudah merasa tak aman. Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo mengatakan akibat teror tersebut, Habib Rizieq pun memutuskan memboyong keluargaanya ke luar negeri.

Sementara, diketahui Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan mengatakan, mereka bakal memanggil kembali Habib Rizieq Shihab pada 2 atau 3 Mei.

“Kalau enggak 2 Mei atau 3 Mei ya. Yang pasti tidak tanggal satu karena Hari Buruh,” terang mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Habib Rizieq akan diperiksa berkaitan dengan kasus chat sex yang menyeretnya dengan Firza Husein yang tak lain adalah tersangka kasus makar pada Aksi 212 tahun 2016 silam.

4. Tak Ada Bukti Kuat Penembakan


Penembakan yang dikabarkan dilakukan di pendopo Habib Rizieq hingga kini belum terbukti. Pasalnya pihak Habib Rizieq tak juga melaporkan kejadian itu ke polisi. Tidak ada yang bisa membuktikan penembakan itu, baik dari bagian mana pendopo yang ditembak, sampai proyektil peluru, dan bekas-bekas penembakan.

Kabar penembakan Habib Riziew hanya disampaikan ke Komnas HAM. Itu tidak wajar karena kalau ingin kasus itu diusut, sebaiknya kubu Habib Rizieq melapor ke polisi.

“Ya kalau ada, bikin laporan saja. Kalau memang ada kejadiannya gampang, dilaporkan,” cetus Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.

5. Mengaku Mengungsi, Padahal Menjalankan Umrah

Akibat aksi teror yang dialami Habib Rizieq di pendoponya, kini dia tengah berada di Tanah Suci untuk mengamankan diri. Hal ini disebutkan oleh Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo saat melaporkan kejadian itu ke Komnas HAM.

Namun, pernyataan itu dibantah Sugito Atmo Prawiro selaku kuasa hukum Rizieq. Dia menyebutkan kliennya sedang di Saudi Arabia untuk ibadah.

“Lagi ibadah (umrah) sama keluarga. Mungkin sudah merencanakan lama, tapi enggak mau ramai. Lawyernya pun nggak dikasih tahu,” kata dia saat dikonfirmasi, Jumat, 28 April 2017.

Ketika disinggung apakah sengaja Umroh untuk menghindari pemanggilan polisi, Sugito menampik hal itu. Menurutnya, Rizieq telah lama merencanakan umroh sebelum lebaran itu. “Bukan, bukan karena itu (menghindari panggilan),” terangnya.
(buya/pjs)

Diduga Hindari Jeratan Hukum! Rizieq Melarikan Diri Keluar Negri Dengan Alasan Diteror Sniper



Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) M Rizieq Shihab dan keluarganya merasa diteror. Tokoh yang kondang dengan panggilan Habib Rizieq itu bahkan mengaku telah disasar penembak jitu alias sniper sehingga terpaksa mengungsi ke luar negeri.

Hal itu diungkapkan Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo saat mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (28/4). "Habib Rizieq meninggalkan tanah air gara-gara ditembak sniper,” ujarnya.

Sambo menjelaskan, insiden penembakan itu terjadi pada Selasa (25/4). “Untungnya meleset, kena pendopo," sambungnya.

Lebih lanjut Sambo mengatakan, Rizieq dan keluarganya sudah merasa tak nyaman lagi berada di Indonesia. Karenanya, ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu mengajak istrinya, Syarifah Fadlun bin Yahya dan keluarganya ke mancanegara.

"Habib merasa sudah tidak aman lagi di tanah air. Beliau bawa 18 keluarganya ke luar negeri," paparnya.

Namun ada hal lain yang mengganjal, dengan perginya Habib Rizieq ke Luar Negri banyak pihak yang protes. Banyak Pihak yang menuding Habib Rizieq melarikan diri agar terhindar kasus yang menjeratnya saat ini dan soal sniper hanya akal-akalan saja.

"Saya rasa itu sudah bisa disebut melarikan diri, seharusnya polisi menindak lanjuti ini. Bagaimana bisa orang yang terjerat kasus bisa bebas pergi keluar negri. Saya rasa isu teror dan sniper itu hanya alasan saja. Sangat tak masuk akal," Kata Wibowo.

Sebelumnya kita ketahui Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab hari Selasa (25/4), dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Namun Rizieq mangkir dari panggilan. Ia beralasan sudah memiliki agenda lain yang disusun jauh hari sebelum pemanggilan Polda Metro Jaya. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab Sugito Atmo Prawiro kepada Kumparan. pustaka

Semanggi Diusulkan Jadi Bunderan Tjahaja Purnama, Anda Setuju?


JAKARTA – Berbagai cara dilakukan para pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menyuarakan dukungan meski Ahok bersama pasangannya Djarot Saiful Hidayat telah kalah dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta oleh pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, meski baru berdasarkan hitung cepat atau quick count.

Salah satu contohnya adalah tim sukses garda terdepan pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, Guntur Romli. Lewat akun Twitter-nya @GunRomli, Guntur memberikan usulan agar Bunderan Semanggi yang sudah mengalami metamorfosa diberi nama baru.

“Jalan simpang susun semanggi sdah tersambung tadi malam, klau namanya jd Bunderan Tjahaja Purnama bagus kayaknya hahaha.” Begitu cuitan @GunRomli pada Rabu (26/04/2017).

Kemudian Guntur Romli menyambung kicauannya tentang Simpang Susun Semanggi dengan cuitan, “Saya bangga dukung Ahok Djarot yg kerja2nya nyata unt Jakarta, saya bahagia jd bagian pendukung Ahok Djarot yg penuh bunga & cinta.”

Lain lagi cuitan dari ahli perpajakan Yustinus Prastowo yang juga mendukung Ahok pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta lalu, tentang Simpang SusunSemanggi lewat akun @Prastow, Rabu (26/4/2017).

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Basuki pergi meninggalkan Simpang Susun Semanggi.”

Cuitan @Prastow kemudian mendapatkan di-retweet dan diberi komentar oleh akun @joretni yang menulis. “Simpang Susun Basuki #eeh

Ahok sendiri lewat akun Twitter resminya, @basuki_btp, pada Selasa (25/4/2017), menjelang tersambungnya Bunderan Semangi dini hari lalu juga berkicau tentang simpang susun Semanggi yang renovasinya dimulai pada 8 April.

“Sejak groundbreaking 8 April 2016, malam ini Simpang Susun Semanggi yg dibangun dgn menggunakan dana non-APBD, akan terpasang 100%.”

Seperti dilansir oleh situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, www.BeritaJakarta

Proyek Simpang Susun Semanggi telah memasuki tahap akhir pemasangan konstruksi atas box overpass pada Selasa (25/4/2017) malam. Ditargetkan pada Juli 2017 mendatang, uji coba lalu lintas atau open traffic di lokasi tersebut mulai dilakukan.

“Tadi malam pemasangan box terakhir. Kami harapkan Pak Jokowi bisa meresmikan saat uji coba lalu lintas Juli nanti. Atau paling lambat Agustus.”

Permintaan peresmian oleh Presiden Joko Widodo sudah dilayangkan langsung oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faisal menargetkan uji coba open traffic di sekitar lokasi proyek Simpang Susun Semanggi dapat dilakukan Juli mendatang sebelum diresmikan Agustus nanti.

“Jadi harapan kami semua pekerjaan bisa tepat waktu. Kami upayakan uji coba open traffic sekitar Juli.”

Yusmada memprediksi proyek Simpang Susun Semanggi ini nantinya bisa mengurangi kemacetan di sekitar lokasi antara 30 persen—40 persen mengingat arus lalu lintas kendaraan ke depan akan dibagi dan tidak saling bertemu.

Anggaran pembangunan mencapai Rp 360 miliar. Seluruh biaya tidak menggunakan APBD, melainkan berasal dari kompensasi kenaikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) salah satu perusahaan swasta.

Sebelum pelaksanaan pembangunan Simpang Susun Semanggi, Gubernur Basuki menyebut proyek tersebut dibangun berdasarkan kajian dari pemerintah pusat. Karena tidak kunjung direalisasikan, maka pembangunan diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Yang namanya Simpang Susun Semanggi kan bukan dari kami sebenarnya. Itu adalah rencana [pemerintah] pusat, kajian dari pusat,” ujar Gubernur Basuki setahun lalu.

Pembangunan tersebut juga untuk mendukung proyek Mass Rapid Transit (MRT) serta rencana pelebaran trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin. Selain itu, juga dalam rangka menunjang pelaksanaan Asian Games pada 2018.

"Itu ada kajiannya. Itu dibuat agar bisa melebarkan trotoar serta mendukung MRT. Nanti 2018 juga akan ada Asian Games," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan program corporate social responsibility (CSR) yang diterima Pemprov DKI, semuanya langsung dicatat asetnya oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta.

“CSR nggak masalah, orang mau kasih CSR tinggal dicatat asetnya nanti oleh BPKAD. Orang ‎mau kasih barang masa kami atur,” kata Gubernur Basuki ketika itu.

Jadi, bagaimana menurut Anda, setuju Simpang Susun Semanggi diganti namanya menjadi Bunderan Tjahaja Purnama?

Ahok Tak Lepas Kunci Password APBD DKI! Prabowo: Kami tidak Akan Diam Jika Anies Dipersulit, Kami akan Tindak Tegas



Tidak ada pihak yang bisa membongkar APBD DKI 2017 untuk kepentingan tertentu karena sudah dikunci.

Demikian ditegaskan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjawab wartawan terkait dengan kemungkinan APBD DKI dibongkar lagi setelah dipastikan adanya pergantian pimpinan di Balai Kota DKI.

"Kami dengan Pak Gubernur Basuki Tjahaja Purnama punya tanggung jawab sampai Oktober 2017. Sebab itu, kita kunci APBD supaya tidak dibongkar. Semua program akan tetap berjalan," kata Djarot di Balai Kota DKI, kemarin.

Mantan Wali Kota Blitar tersebut yakin program yang sudah direncanakan tetap berjalan karena juga didukung DPRD DKI.

"Kami menjaga hubungan baik dengan DPRD DKI. Sebagian besar teman kami di partai. Ketua DPRD juga dari PDI Perjuangan. Jadi kami akan berkoordinasi dengan DPRD DKI memastikan apa yang kami programkan itu bisa tetap diteruskan," tuturnya.

"Kami berharap Gubernur yang saat ini masih menjabat tidak mempersulit gubernur terpilih yang baru yakni Saudara Anies Baswedan. Kami tidak akan diam Jika dihalang-halangi, kami akan tindak tegas". ungkap Prabowo.

Mengenai program apa saja yang bisa disinergikan dengan Anies Baswedan selaku penguasa baru, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum membahas secara rinci apa saja yang akan masuk Rancangan APBD 2018.

Namun, dari semua program, ada satu yang sama, yaitu kartu lansia atau program hari tua.

Program tersebut diprioritaskan Ahok masuk APBD 2018.

"Saya sudah sampaikan program itu (kepada Anies) dan ternyata kami punya program yang sama."

Dalam pertemuan keduanya di Balai Kota DKI, Kamis (20/4), pembicaraan masih sebatas upaya mendinginkan suasana politik di Jakarta.

Semua masyarakat dan pendukung diminta menciptakan suasana aman dan jangan sampai terpecah.
baca juga;Permainan Saham Bir Tanda Jakarta Syariah, Keuntungan Sandiaga Juga 9 Naga.


"Kami cuma membicarakan bagaimana pendukung masing- masing tidak ribut," imbuhnya.
baca juga;
Hahaha...Hebat! Fadly Zon Ancam Jokowi Awas Kalau Sampai Ahok Dijadikan Menteri
Tentunya hal ini akan menjadi bumerang buat kubu anies-sandi terutama Prabowo, semuanya menjadi kacau balau setelah Sandiaga Uno mengingatkan kembali tentang dana yang sudah dikeluarkan selama kampanye, diputaran pertama saja Sandi menghabiskan dana sebesar 64M, dan diputaran kedua sebesar 17M.. (pustakanews)

Ahok : Saya Nyatakan Siap Berperang Bila Ada Yang Ingin Rubah Pondasi Negara Kita Pancasila



JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengkhawatirkan penyebaran kebencian kepada seseorang, golongan atau agama tertentu dapat mengancam prinsip dasar Pancasila sebagai pondasi bangsa Indonesia yang beragam.

Ahok menyebutkan jika tempat ibadah atau fasilitas umum lainnya, seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dijadikan sarana penyebaran kebencian, maka harus ditindak secara tegas.

Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pembukaan Rakerda Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 di Balai Kota, Kamis (27/4/2017).

“Kita harus berani tindak. Saya sudah bilang kepada Kepolisian kalau dibiarkan terus begitu, kalau rumah ibadah, RPTRA kita dipakai untuk menyebarkan kebencian, padahal kita ingin mempersatukan orang-orang yang berbeda,” kata Ahok.

Menurutnya, Pancasila digunakan sebagai dasar negara untuk menampung keberagaman di Indonesia. Karenanya, jika ada pihak yang ingin memaksakan kehendak dengan mengabaikan perbedaan tersebut, Ahok menyatakan akan siap perang untuk mempertahankan tegaknya Pancasila.

“Ini negara Pancasila, kalau anda mau ganti pondasi kita perang. Karena ini pondasi dibayar dengan nyawa orang. Seperti yang saya katakan tidak ada perda syariah atau apapun, ini negara Pancasila. Kita harus berani tegas sekarang, kita bukan pengecut,” tegas Ahok. (ikbal)poskota

RPTRA yang mana pada dasarnya digunakan untuk kepentingan anak anak tampaknya kini sudah mulai akan banyak dialihfungsikan menjadi tempat tempat keagamaan, hal inilah yang dinilai tidak tepat, apalagi hal hal yang menjerumus ke tindakan pengujaran kebencian yang mempergunakan kedok agama, Ujaran ujaran dimana ingin merubah pondasi Pancasila kita yang sudah kokoh selama 71 Tahun, Ahok bahkan siap berperang bila hal itu memang benar benar terjadi, tentunya Kepolisian dan TNI harus siap

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ingin ada penyebaran kebencian dan penyeragaman di rumah ibadah dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Sebab, rumah ibadah dan RPTRA dibangun untuk mempersatukan masyarakat.

Karena itu, Ahok sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk berani bertindak bila ada oknum yang memanfaatkan rumah ibadah dan RPTRA untuk menebar kebencian dan penyeragaman. Ahok menyampaikan hal tersebut saat membuka acara Rakerda Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 di Balai Kota.

"Kita harus berani tindak, saya sudah bilang kepada kepolisian kalau dibiarkan terus begitu, kalau rumah ibadah, RPTRA kita dipakai untuk menyebarkan kebencian," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2017).

"Padahal kita ingin mempersatukan orang-orang yang berbeda. Kalau diseragamkan terus, RPTRA, kita berdosa, bukan hanya kepada rakyat, tapi kepada Tuhan," lanjut Ahok.

Bahkan, Ahok menyebut siap berperang bila ada oknum yang ingin mengganti ideologi Pancasila dari Indonesia. Sebab sebagai sebuah pondasi negara, Pancasila dibayar dengan nyawa para pahlawan.

"Ini negara Pancasila, kalau anda mau ganti pondasi, kita perang. Karena ini pondasi dibayar dengan nyawa orang," ujar Ahok.

Ahok juga tidak setuju bila Perda Syariah diterapkan di Indonesia. Menurutnya, Perda Syariah hanya bisa diterapkan di negara Timur Tengah, bukan di Indonesia yang sudah memiliki ideologi Pancasila.

"Seperti yang saya katakan, tidak ada Perda syariah atau apapun, ini negara Pancasila. Kalau mau (Perda) Syariah ke Timur Tengah," tutur Ahok.

"Kita harus berani, tegas sekarang. Kita bukan pengecut, kita bukan pengecut untuk pertahankan negara ini. Kita bukan melawan penjajah, tapi mempertahankan pondasi yang mau dibongkar. Kalau pondasi mau dibongkar, kita ada di depan fight (melawan)," tutup Ahok berapi-api.[dtk]





Mau Ubah Pancasila? Hadapi Dulu NU!



Sumedang,PCNU Sumedang menyatakan sikap, bagi siapa saja yang mencoba ingin mengubah dasar negara, Pancasila, maka akan berhadapan dengan Nahdlatul Ulama. 

"Siapa saja, kelompok atau ormas mana pun yang ingin mengubah dasar negara, hadapi dulu NU!" tegas Ketua PCNU Sumedang KH Sa'dulloh di hadapan ratusan Nahdliyin Cigendel. 

Hal tersebut disampaikan pada peringatan Isra’ Mi'raj yang digelar Pengurus Ranting  NU Cigendel. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (24/4) di Masjid Cigendel Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Mereka yang ingin mengubah Pancasila dan NKRI itu tidak tahu sejarah. Padahal sejarah membuktikan bahwa peranan para kiai dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini sangatlah besar. 

Maka, bagi kami, sebagai penerus perjuangan para kiai dan santri Nahdlatul Ulama, menjadi kewajiban untuk mempertahankan NKRI, mempertahankan persatuan dan kesatuan dari rongrongan kelompok-kelompok yang anti-Pancasila dan NKRI.

“Di zaman ini kita tinggal enak nya saja. Tinggal mengisi kemerdekaan ini dengan hal hal yang positif. Tidak perlu angkat angkat sejata, bambu runcing,” katanya. 

Imam Hanafi mengatakan, lanjutnya, yang disebut dengan daulah islamiyyah itu, ketika pada suatu wilayah atau negara tidak ada intimidasi dalam hal beribadah. Tidak penting namanya itu apakah Indonesia, dasar negaranya Pancasila, atau hukumnya UUD, yang penting kita sebagai muslim bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan tentram, itulah daulah islamiyyah.

Di akhir ceramah, Kiai Sa'dulloh mengimbau kepada seluruh Nahdliyyin agar tidak terbawa-bawa dengan kelompok anti-Pancasila. Ketika ada permasalahan yang berkaitan dalam hal beribadah, tanyalah pada ahlinya yaitu para ajengan, ustadz, juga kiai NU. (Syarif Hidayatulloh/Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi) 
Kata Nusron: Jangan Takut Dianggap Kafir karena Dukung Ahok, Surga Itu Luas

Kata Nusron: Jangan Takut Dianggap Kafir karena Dukung Ahok, Surga Itu Luas




Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia 1 Partai Golongan Karya (Golkar), Nusron Wahid mengajak imam masjid dan ustazah majelis taklim se-Jakarta Timur mendoakan Ahok-Djarot menang di Pikada DKI putaran kedua.

“Mari bersama-sama doakan jago saya, Ahok-Djarot agar menang di pilgub putaran kedua,” kata Nusron dalam istighosah insaniyah di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (26/3) malam.

Tidak hanya itu, Nusron juga memberikan arahan kepada mereka untuk menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basariyah. Menurutnya, menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basariyah merupakan bagian dari syarat untuk menjadi muslim ahlussunnah wal jamaah.

“Dalam hadis riwayat ibnu umar, syarat nomor 7 untuk menjadi ahlussunnah wal jamaah adalah tidak mengafirkan ahlul kiblat yang lain. Untuk itu, harus menjaga ukhuwah Islamiyah,” kata Nusron.

Untuk itu, Nusron mengimbau agar para imam masjid dan ustazah dalam momen Pilkada DKI Jakarta untuk turut serta menyampaikan pada jamaah agar tidak perlu takut dianggap kafir karena memilih salah satu pemimpin tertentu. “Surga itu luas. Kalau yang memilih salah satu pemimpin disebut kafir, sisanya buat siapa?” tegas Nusron.


Selain itu, Nusron juga menegaskan bahwa dalam memilih pemimpin yang mesti dikedepankan adalah yang memiliki sifat adil dan mampu menciptakan kemaslahatan. “Kata Ibnu Taimiyyah, memilih pemimpin itu yang utama adalah adil. Kalau ada muslim yang adil, bagus. Kalau ada muslim belum terbukti adil, ya yang terbukti adil saja,” kata Nusron. “Jadi, intinya yang adil dan maslahat. Ahok terbukti adil dan membawa maslahat, “imbuhnya.

Pernyataan Nusron tersebut disepakati oleh KH Ahmad Djauhari, Katib PWNU DKI Jakarta, yang juga merupakan korwil imam masjid NU di DKI Jakarta. Menurutnya, pemimpin seharusnya yang memihak pada kepentingan muslim. Bukan hanya yang seolah-olah paling muslim. “Kami sepakat pilih pemimpin yang mensejahterakan imam masjid,” kata Djauhari.

Pemimpin yang dimaksud oleh Djauhari adalah pasangan Basuki-Djarot. Menurutnya, Basuki-Djarot adalah sosok pemimpin yang berkomitmen untuk mensejahterakan imam masjid.

Hadir juga dalam kesempatan itu, Ahmad Gozali Harahap, Ketua DPW PPP DKI Jakarta. Gozali sendiri menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pasangan Basuki-Djarot. Senada dengan Nusron dan Djauhari, Gozali menilai Basuki-Djarot merupakan pemimpin yang benar-benar memperhatikan imam masjid. “Saya sudah konfirmasi dengan Pak Ahok, beliau siap memajukan imam masjid,” kata Gozali. [gemarakyat]
Terungkap Anies Sandi Mau Balas Dendam Soal Kompas TV, Pakai iNews Undang Ahok Djarot Mendadak Buat Debat

Terungkap Anies Sandi Mau Balas Dendam Soal Kompas TV, Pakai iNews Undang Ahok Djarot Mendadak Buat Debat

Poster Debat Dadakan di iNews TV yang merupakan akal-akalan Anies-Sandi-Hary Tanoe. Dalam Poster ini Ahok Djarot masih ditulis (konfirmasi) karena memang mendadak


Ketidakhadiran Anies Sandi dalam Debat Kandidat di Kompas TV, Minggu, 2 April 2017 menyeret kubu ini dalam bulan-bulanan publik. Hingga hari ini pun Anies Sandi menjadi bahan ledekan khususnya di media sosial akibat kekecutan mereka hadir dalam debat yang dipandu Rosiana Silalahi.

Sumber Gerilyawan di Timses Anies Sandi jauh-jauh hari sudah mengabarkan akan ada upaya balas dendam terhadap Ahok Djarot sekaligus usaha meredam keriuhan ejekan publik atas kepengecutan Anies Sandi.


Timses dan Anies Sandi benar-benar terpuruk apalagi tagar #AniesTakutDebat sempat merajai puncak TT di Indonesia 

Terbukti untuk meredam dan mengalihkan isu Anies takut debat, Timses Anies menggelar Pidato Kebangsaan di Hotel Dharmawangsa. Tapi alih-alih memperoleh simpati publik, pidato Anies menjadi bahan ledekan baru, karena bicara kemiskinan dari sebuah hotel mewah 

Sebagai usaha balas dendam terhadap Ahok Djarot, terungkap secara diam-diam Anies Sandi merencanakan sebuah debat di iNews TV, media milik taipan media dan penganut Kristen Fundamentalis yang mendukung Anies Sandi: Hary Tanoe.

Menurut dokumen yang Gerilyawan peroleh, surat undangan dari iNews untuk Debat di iNews, Jumat 7 April 2017 bertanggal 3 April dan dikirimkan tidak langsung ke pihak Basuki Djarot tapi melalui email umum timses. Padahal sekelas iNews pastilah memiliki kontak-kontak langsung dengan Basuki Djarot.

Debat dadakan yang diadakan oleh TV milih kolaborator Anies Sandi ini memang sengaja dirancang untuk balas dendam dan mengonfirmasi sumber Gerilyawan dari Timses Anies Sandi. Hal ini terbukti tanggal surat undangan tertanggal 3 April, artinya satu hari setelah Debat di Kompas TV yang Anies Sandi tidak datang karena takut.

Menurut sumber Gerilyawan pula meskipun surat itu bertanggal 3 April, tapi baru dikirim 4 April. Dalam iklan digital yang disebarkan oleh iNews masih tertulis Ahok Djarot (dalam konfirmasi), artinya mereka belum memperoleh jawaban dari pihak Ahok Djarot karena memang undangan dan pemberitahuan yang sangat mendadak.Surat Undangan dari iNews TV tanggal 3 April, 1 hari ketelah Debat di Kompas TV yang gagal, tapi baru dikirim 4 April

Anies Sandi dan iNews Hary Tanoe telah terbukti melakukan “fetakompi” (faith a comply) dengan kesengajaan dan untuk tujuan yang jahat, agar Ahok Djarot terdesak dan terpaksa menerima atau mereka akan diperlakukan seperti halnya Anies Sandi yang pengecut tidak datang debat.

Meskipun antara debat di Kompas TV dan iNews adalah dua hal yang berbeda. Debat di Kompas TV sudah direncanakan jauh-jauh hari dan melalui lobi dan negoisas dua pihak . Anies Sandi memang takut dan trauma tidak mau datang, khususnya Anies yang tampil buruk dalam acara Mata Najwa sebelumnya 

Pemilihan Debat dadakan di iNews TV pun dipilih untuk menyulitkan posisi Ahok, hari Jumat 7 April pukul 20:00WIB. Hari Jumat sebenarnya Ahok sudah memiliki acara Ahok Show di Media Sosial yang sudah tayang benerapa kali dan yang terakhir Jumat 31 Maret 2017, Ahok Show bersama Maia dan Afghan.

Demikian terungkap cara-cara kotor Anies Sandi untuk membelas dendam terhadap Ahok Djarot dengan menggelar debat dadakan di iNews TV yang disponsori taipan media Hary Tanoe. Anies Sandi tidak terima menjadi sasaran ledekan dan kecaman publik yang sebenarnya hasil dari kebodohan dan kepengecutan mereka sendiri.

[Gerpol]
Makar Jahatnya, Al Khaththath Berencana Menabrak Gerbang DPR Pakai Truk

Makar Jahatnya, Al Khaththath Berencana Menabrak Gerbang DPR Pakai Truk



Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath (kedua kanan) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Antara Foto/Hafidz Mubarak A./pd/17


Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah rencana Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath. Ia bersama tersangka lainnya berencana masuk ke Kompleks DPR/MPR RI dengan cara menabrak gerbang menggunakan truk.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik memperoleh rinci gambaran rencana Al Khaththath dan kawan-kawan.Masuk ke gedung DPR/MPR ada beberapa jalan yang dilewati. Ada juga caranya untuk menabrakan kendaraan truk di pagar belakang DPR. Ada juga tujuh pintu dari hasil rapat itu, gorong-gorong, jalan setapak," kata Argo kepada wartawan di Markas polda Metro Jaya, Senin 3 April 2017.


Argo menjelaskan, dalam rencana para tersangka, massa yang melakukan aksi akan diarahkan masuk ke Kompleks DPR/MPR setelah gerbang ditabrak. Al Khaththath memperkirakan, semua massa masuk ke gedung DPR dan polisi akan kesulitan mengeluarkan.

Argo memastikan jika hal itu bisa disebut permufakatan dan niat. Meski demikian, Argo mengatakan, polisi masih melakukan penyidikan untuk menemukan otak yang merencanakan menabrak gerbang Kompleks DPR/MPR.

"Itu dari hasil pertemuan, nanti akan kami dalami. Untuk melakukan revolusi ini setelah 19 April atau setelah pencoblosan Pilgub DKI. Itu sudah ada perencanaan dan berkaitan pertemuan di situ," jelas Argo.

Khaththath ditangkap dengan sangkaan makar pada Jumat dini hari pekan lalu atau menjelang aksi 313 atau 31 Maret 2017. Polisi menetapkan koordinator aksi 313 itu sebagai tersangka pemufakatan makar.

Polisi juga mencokok empat orang lainnya yakni: Zainudin Arsyad, Irwansyah, Vedrik Nugraha alias Dikho, dan Mar'ad Fachri Said alias Andre. Kelimanya dijerat Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar.

Dikho dan Andre dikenai pasal tambahan yakni Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Polisi menilai keduanya sempat melontarkan perkataan yang menghina etnis tertentu.metro


Sepak Terjang Al-Khaththath Alias Gatot Saptono

Sekjen Forum Ulama Indonesia (FUI) Muhammad Al-Khaththath kini meringkuk di tahanan polisi. Dia diduga hendak menggulingkan pemerintahan Jokowi-JK.

Al-Khaththath, yang memiliki nama asli Muhammad Gatot Saptono, bukan orang baru di panggung nasional. Dia pernah menjabat Ketum DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) periode 2002-2004. Seperti yang sudah umum diketahui, HTI menolak demokrasi, bahkan kerap menggelorakan pendirian khilafah di Indonesia.

Dia tak menduduki masa jabatannya secara penuh. Isu tak sedap mengiringi pencopotannya dari kursi Ketum HTI.

Setelah tak lagi menjabat Ketum HTI, Al-Khaththath masuk parpol, bahkan maju sebagai caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB). Namun dia kalah bertarung di dapil DKI Jakarta III dan gagal duduk menjadi wakil rakyat di Senayan.

Pria kelahiran 12 Juni 1964 itu juga pernah aktif di MUI. Sejak 2005 hingga 2010, Al-Khaththath aktif sebagai pengurus Komisi Dakwah MUI.

Kini, Al-Khaththath hanya aktif di FUI, organisasi yang pernah menelurkan wacana NKRI Bersyariah bersama Front Pembela Islam (FPI). Tujuan wacana itu adalah menerapkan hukum Islam di Indonesia.

Bersama FUI pula Al-Khaththath menggalang kekuatan massa Islam meneruskan aksi-aksi demonstrasi menuntut hukuman bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terdakwa penista agama. Al-Khaththath kembali menggalang kekuatan setelah sejumlah tokoh 411 dan 212 dijerat kasus hukum.

Kini Al-Khaththath sendiri yang terjerat kasus hukum. Dia diduga terlibat dalam pemufakatan makar untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Al-Khaththath kini ditahan polisi. [detik]
Back To Top