Powered by Blogger.

CB Blogger Lab

PEMBACA

JASA SEO CB

Ribuan Kiriman Bunga dan Pesan Cinta untuk Ahok Menuai Perhatian Dunia Dan Media-media Internasional

Ribuan Kiriman Bunga dan Pesan Cinta untuk Ahok Menuai Perhatian Dunia Dan Media-media Internasional



Warga masih berdatangan dan berswafoto dengan latar belakang karangan bunga untuk Ahok.


Jakarta - Rangkaian karangan bunga dari pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang memenuhi halaman Balai Kota ternyata tak hanya menarik perhatian para pencari berita di Tanah Air. Keberadaan tanda cinta itu pun tak luput dari sorotan para pewarta asing.

Sejumlah media Asia hingga Amerika pun mengangkat pemberitaan terkait karangan bunga untuk Ahok yang disertai ucapan-ucapan lucu itu.


Dalam artikel berjudul "More than a thousand turn up at Indonesia's City Hall to pay tribute to Ahok", media Singapura Straits Times edisi Selasa, 26 April 2017 menuliskan pemberitaan ratusan karangan bunga untuk pasangan Ahok-Djarot Saiful memenuhi
Balai Kota.

Melalui artikel berjudul "Indonesia: Governor Ahok gets rockstar treatment with flowers and trophies", Asia Correspondent mengangkat berita karangan bunga itu, termasuk hashtag#GombalinAhok yang menjadi viral di media sosial.

Dalam tulisan "A Torrent of Love And Flower Arrangements Flood City Hall For Ahok", media Amerika Vice menuliskan bahwa Ahok seperti rockstar alias bintang rock dalam tur terakhir, sehingga para penggemarnya mengirimkan bunga dan pesan cinta untuk dia ke Balai Kota.

Sementara media Filipina, Coconut, mengangkat peristiwa itu dalam "After election loss, City Hall flooded with flower boards and Ahok mobbed by fans expressing thanks and sympathy".

Pengiriman karangan dan buket bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat dilaporkan masih terus mengalir. Bahkan, hingga Kamis pagi jumlahnya membeludak hampir tiga kali lipat.

"Sampai saat tadi pagi (jumlahnya) 2.700," ujar Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri, Mawardi kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Namun, menurut Mawardi, hingga Kamis siang, karangan dan buket bunga masih terus berdatangan ke Balai Kota. lip6
Tanggapan Fadli Zon Yang Kekki Gara-gara Dapati Karangan Bunga 'Nyasar’ ke Gedung DPR

Tanggapan Fadli Zon Yang Kekki Gara-gara Dapati Karangan Bunga 'Nyasar’ ke Gedung DPR

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon
Sedang heboh-hebohnya karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota, ada satu yang mampir ke kantor Wakil Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Bunga tersebut ditujukan untuk Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon. Tidak ada nama pengirim terpampang di karangan bunga tersebut. Hanya tertulis, Tim Pencitraan.
Di karangan bunga bercorak hitam, merah, putih, dan kuning itu tertulis kalimat “Dear Bapak Fadli Zon, Mohon titip bunga di sini ya!! Karena Balai Kota sudah penuh.”
Karangan bunga tersebut masih terkait dengan maraknya kiriman karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pasca.
Fadli kemudian mengunggah foto karangan bunga yang ditujukan untuknya itu ke akun Twitter-nya, @fadlizon.
Lewat unggahan tersebut, Fadli mengucap terima kasih sekaligus mempertanyakan sosok di balik pengirim karangan bunga tersebut.
“Kepada Tim Pencitraan, saya ucapkan terima masih atas kiriman karangan bunganya untuk saya ke DPR, siapakah Tim Pencitraan?” tulisnya, Sabtu, 29 April 2017.
Tidak sampai di situ, Fadli kemudian melanjutkan cuitannya dengan pernyataan yang terkesan menyindir pasangan Ahok-Djarot yang kalah dalam pilkada DKI, dan sempat diterpa rumor melakukan kecurangan yakni membagikan paket sembako untuk meraih suara di sejumlah wilayah menjelang pencoblosan 19 April lalu.
“Daripada kirim karangan bunga, saya sarankan kirim saja sembako, lebih bermanfaat seperti sembako beberapa hari sebelum pilkada, bisa ribuan paket sembako,” cuitnya.
Sebelumnya, Fadli juga mengungkapkan pernyataan kontroversial terkait membanjirnya rangkaian bunga yang mengalir untuk Ahok-Djarot di Balai Kota. Ia mengatakan bahwa fenomena tersebut adalah pencitraan murahan.
“Saya rasa masyarakat sudah tahulah. Itu bisa bukan efek positif yang didapat, tapi efek negatif, apalagi kalau ketahuan sumbernya itu-itu juga. Jadi pencitraan murahan,” kata Fadli di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).
Hingga total karangan bunga yang sudah ada di Balai Kota mencapai 3.500 lebih. Karangan-karangan bunga tersebut dikirimkan oleh simpatisan Ahok-Djarot sebagai wujud ungkapan terima kasih sekaligus dukungan. JP
Seorang Marrisa haque Yang Bergelar Doktor dan Professor bunyani Kok Bisa Tertipu Media Hoax?

Seorang Marrisa haque Yang Bergelar Doktor dan Professor bunyani Kok Bisa Tertipu Media Hoax?




Lagi-lagi Dr. Hj Marissa Haque membuat kehebohan di jagad twitter. Kali ini karena Ia mengunggah sebuah berita dari situs abal-abal yang mencomot nama CNN Indonesia. Judul berita itu panjang sekali “Tertipu Hutang Karangan Bunga Untuk Ahok 1,3 Miliar : Pemilik Lucky Florist, Feriyanto (32) Mengaku Kecewa Karangan Bunga Yang Dipesan Tapi Belum Dibayar Lunas, Dia Menegaskan Akan Menempuh Jalur Hukum Tim Ahok yang Ditagih Hutang Malah Mengancam Keluarganya”.
Dari segi tampilan saja, berita itu sudah kelihatan abal-abalnya. Bandingkan dengan tampilan asli CNN Indonesia berikut ini :

Kedua, dari judulnya saja sudah tidak memenuhi kaidah jurnalistik. Mana ada judul media sebesar CNN ditulis sepanjang itu? Tentu netizen jadi mempertanyakan bagaimana mungkin Marissa Haque yang selalu bangga dengan pendidikan tingginya (S3 dan punya gelar sarjana dari beberapa disiplin ilmu) bisa demikian mudahnya tertipu? Diunggah pula di akun pribadinya. Yang membuat saya heran juga, apakah kalimat “lebih baik untuk anak yatim/sosial daripada dibuat bunga untuk Ahok” sudah menjadi template nyinyiran kubu yang berseberangan dengan Ahok?

Pihak Lucky Florist sendiri sampai membuat klarifikasi di akun Instagram mereka untuk menegaskan bahwa berita yang disebarkan Marissa itu salah. Mereka menjelaskan pesanan-pesanan yang masuk sudah dibayar lunas dan yang memesan bukan satu orang, melainkan banyak orang baik dari Jakarta, luar Jakarta, sampai luar negeri. Lagipula sebetulnya sudah banyak juga media yang mewawancarai beberapa penjual toko bunga di Jakarta dan mereka semua mengatakan bahwa karangan bunga untuk Ahok-Djarot itu yang memesan memang berbagai elemen masyarakat, bukan settingan kubu Ahok seperti yang dituduhkan selama ini.






Ada pula Buni Yani yang bersitegang dengan Profesor Yusuf L. Henuk, profesor pertanian dari Universitas Sumatera Utara (USU). Ia mengecap Prof. Yusuf kampungan dan menantangnya membuktikan kemampuan sebagai akademisi. Komentar Prof Yusuf tentang kasus hukumnya dan juga kasus hukum Ahok dipandang tidak karena semata karena Prof Yusuf orang pertanian. Lah memangnya kalau sekedar berkomentar harus menjadi ahli dalam suatu bidang? Kecuali kalau kapasitasnya sebagai saksi ahli baru hal itu dilakukan. Prof Yusuf berkomentar sebagai seorang warga biasa, bukan berbicara secara keilmuan. Lah kalau logika yang sama harusnya Buni Yani juga tidak berhak mengatakan Ahok menista agama karena Ia sendiri bukan ahli agama bukan?



Entahlah Marissa dan Buni Yani ini sedang memberikan gambaran apa atas sebagian kelompok masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi. Dalam pandangan kita secara umum tentu kita berpikir bahwa masyarakat yang berpendidikan tinggi tidak akan mudah termakan hoax atau juga tidak akan mudah mempersoalkan hal remeh.

Dalam psikologis masyarakat kita, mereka yang berpendidikan tinggi ataupun memiliki profesi seperti dosen dipandang sebagai intelektual dan orang yang layak dihormati. Sehingga banyak masyarakat yang percaya begitu saja dengan apapun yang orang berpendidikan tinggi katakan. Buni Yani menyandang gelar master dan sebelumnya adalah seorang dosen, Marissa Haque juga punya sederet gelar yang kadang membuat kita ternganga dan membatin “nggak capek apa ya sekolahnya?“.

Dunia digital telah menghadirkan platform media sosial yang memungkinkan orang satu sama lain saling berinteraksi dan berkomentar meski tak mengenal satu sama lain. Dalam ranah kebebasan berdemokrasi sah-sah saja orang berpendapat asalkan tidak melanggar hukum ataupun menyinggung SARA. Misalkan Prof. Yusuf punya pendapat atas kasus Buni Yani dan Ahok, itu haknya berkomentar. Buni Yani tidak boleh marah apalagi sampai menuduhnya kampungan karena menuliskan gelarnya di media sosial. Gelar memang tidak harus ditampilkan di media sosial, namun jika orang ingin menuliskannya tentu sah-sah saja asalkan Ia siap dengan konsekuensinya dan tidak sensitif jika ada pihak lain yang menilai kepantasan antara gelar dan perilaku seseorang di media sosialnya.

Misalnya Prof. Yusuf, Ia menampilkan identitasnya sebagai dosen. Tutur katanya pun terkesan terpelajar. Isi cuitannya juga masuk akal. Tidak ada yang bertentangan dengan gelar yang Ia tuliskan di situ. Berbeda ketika Marissa menuliskan gelar Doktornya di akun twitternya namun Ia ternyata mengunggah berita yang jelas-jelas hoax maka netizen pun menanyakan “kok Doktor begitu saja tidak bisa membedakan mana hoax dan tidak?“. Kita bertanggungjawab dengan apa identitas dan citra yang ingin kita tampilkan di media sosial. Kalaupun Buni Yani tidak suka dengan apa yang Prof Yusuf katakan maka twitter sesungguhnya sudah menyediakan fitur block ataumute. Tidak perlu kemudian sampai mengampung-ngampungkan orang lain yang bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda yang bersangkutan bersifat seperti itu. Jangan malah bersikap seperti orang tidak mengenyam pendidikan. seword

Inilah Barang Bukti Pornografi Firza Husein Yang Tidak Bisa Di Elakkan Kebenarannya


Kasus chat seks dan pornografi yang menyeret nama pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan seorang perempuan bernama Firza Husein, tinggal menunggu waktu untuk diungkap tuntas. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan, kasus itu mirip dengan yang pernah dialami penyanyi Ariel Peterpan, sehingga mudah ditangani dan dapat dibuktikan.

"Itu tidak sulit. Hampir sama dengan kasus Ariel. Ada ahli yang menangani secara scientific investigation. Kita siap hingga nanti tidak bisa dibantah," kata Iriawan di Jakarta Utara kala itu, Minggu, 5 Februari 2017.

Kasus video porno Ariel muncul pertama kali pada 22 Mei 2010. Kasus itu membuat Ariel diseret ke meja hijau dan dijatuhi hukuman penjara 3,5 tahun.

Hingga kini, Kapolda Metro Jaya telah mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap kasus tersebut. Hanya saja, salah satu terlapor, yakni Rizieq Shihab belum memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa.

Rizieq Shihab sebelumnya telah membantah kebenaran video yang memuat chat seks tersebut. "Menyangkut video yang beredar, saya dari FPI dan GNPF MUI hanya bisa mengatakan video yang beredar itu semuanya fitnah. Dan itu merupakan ujian dari perjuangan kita," kata Rizieq di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, pada 1 Februari 2017.

Bantahan yang sama juga disampaikan Firza Husein. Wanita tersebut bahkan menyebut telah menjadi korban fitnah dalam kasus chat seks tersebut.
Salinan chat seks yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dengan Firza Husein tersebar luas di dunia maya.

Berikut kondisi terkini dan upaya polisi mengungkap kasus chat seks yang melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Barang Bukti Identik

Polda Metro Jaya telah menyita sejumlah barang bukti dari rumah rumah Firza Husein. Barang bukti tersebut identik dengan gambar yang ada dalam foto tak senonoh, yang sempat viral di media sosial.

Beberapa barang bukti itu antara lain TV dan lantai.
"Kan sudah nyebar tuh di medsos. TV-nya jelas (sama), lantainya jelas. Harusnya begitu kan (tidak bisa mengelak)," kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 26 April 2017.

Dengan barang bukti tersebut, Firza kemungkinan sulit mengelak bahwa perempuan dalam foto tak senonoh itu adalah dirinya.

Sebelumnya, Firza tak pernah mengakui bahwa foto di chat seks yang sempat viral itu adalah dirinya. Namun Iriawan menegaskan, kepolisian tidak mengejar pengakuan dalam menyidik kasus.
16 Lekuk Tubuh

Seperti dalam kasus Ariel, Polda Metro Jaya akan mengungkap kasus chat seks yang diduga melibatkan Firza Husein dengan Rizieq Shihab dengan menyamakan lekuk tubuh yang ada di dalah foto dengan lekuk tubuh diduga pelaku.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan, ada 16 lekuk tubuh yang tak bisa dimungkiri untuk membuktikan kasus tersebut, meski pelaku tidak mengaku.

"Ariel kan tidak ngaku. Ini kan dari suara itu ada, lekuk-lekuk tubuh ada, 16 lekuk tubuh yang tak bisa dimungkiri dengan tubuh Firza Husein dalam kasus ini. Nanti kita akan periksa dengan dokter forensik," ucap Iriawan, Rabu 26 April 2017.

Iriawan menyatakan, Polda Metro memiliki ahli fotografi forensik dan ahli kedokteran yang dapat mempelajari lekuk-lekuk tubuh, dan menyesuaikannya dengan gambar dan aslinya.
"Untuk itu, mari kita tunggu tim sedang bekerja. Untuk memastikan saudari Firza Husein yang ada di video yang beredar atau bukan," ucap Iriawan.

Firza Membantah

Firza Husein sejak jauh-jauh hari mengatakan bahwa wanita yang ada dalam foto porno itu bukan dirinya. Dia juga mengatakan menjadi korban fitnah dalam kasus chat seks ini.
Namun Kapolda Iriawan heran dengan pernyataan tersebut.

"Sekarang begini saja, ibu difitnah sama orang, marah enggak? Kira-kira lapor enggak? Firza lapor enggak? (Tidak). Ya sudah terima kasih ya," kata Iriawan.

Firza telah diperiksa terkait kasus ini saat dirinya ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, atas kasus dugaan makar. Firza kembali dipanggil penyidik bersama sejumlah saksi lainnya, seperti Rizieq, Muhsin Alatas, dan Kak Ema pada Selasa 25 April kemarin, tak tak hadir.

Jemput Paksa

Tak hanya Firza yang mangkir dari panggilan polisi, Rizieq Shihab pun demikian. Pemimpin FPI itu tidak terlihat datang ke Polda saat dipanggil sebagai saksi pada 25 April lalu.

Terkait sikap Rizieq ini, Kapolda Iriawan mengancam bakal menjemput paksa jika pada panggilan kedua nanti Rizieq tetap mangkir.

"Kalau tidak hadir sekali lagi, ya bisa kita jemput paksa," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 26 April 2017. Rencananya, pemeriksaan pada panggilan kedua ini akan dilakukan awal Mei 2017.

Sebelumnya, Rizieq membantah dengan mengatakan, wanita yang berada di rekaman video itu telah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya bahwa video yang beredar tersebut tidak benar dan semua itu merupakan fitnah.

"Satu hal yang harus kita ingat, wanita yang ada di video tersebut sudah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya menanggapi dengan siaran pers suara maupun chat tidak diakuinya. Dikatakan oleh bersangkutan itu sebagai fitnah dan akan menuntut semua yang melakukan fitnah dengan video tersebut," kata Rizieq Shihab. [hendonesia]

'Diteror Sniper' Habib Rizieq tinggalkan tanah air & sebut tidak akan kembali sampai.. Sampai Kapan? Sampai Kasusnya di Peti Es Kan??


Polisi membantah ada penembakan di kamar pribadi pondok pesantren milik imam besar Front Pembela Islam (FPI) KH Rizieq Shihab kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Kabar tersebut awalnya beredar di media sosial yang diposting oleh sebuah akun Instagram.
"Tidak ada (soal penembakan kamar Habib Rizieq," ujar Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.

AKBP Dicky menjelaskan foto pecahan kaca di kamar Habib Rizieq yang diunggah oleh salah satu akun Instagram @rat0n0efendi bukan berasal dari peluru.
Ia meragukan ada penembakan.

"Mungkin kerikil atau batu," ujarnya.
Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo mengatakan Habib Rizieq saat ini sudah berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya yang berjumlah 18 orang.

Idrus Sambo menyebut kepergian Habib tersebut lantaran ada upaya pembunuhan alias penembakan terhadap Habib Rizieq Shihab.

"Jadi dia habis zikir pagi-pagi, di depan rumahnya, kan ada pendopo. Itu ditembak, tapi meleset," ujar Ansufri Idrus Sambo.

Menurut Ansufri Idrus Sambo, di depan rumah Habib Rizieq di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memang terdapat pendopo yang biasa digunakan untuk berzikir.

Selasa lalu saat menunaikan ibadah tersebut, Ustaz Sambo menyebut ada peluru yang mendarat di pendopo, tidak jauh dari tempat Habib Rizieq berzikir.

Setelah kejadian itu, penjagaan di tempat tersebut diperketat.
Rizieq langsung mengurus segala sesuatunya agar ia dan keluarga besarnya bisa segera meninggalkan tanah air, untuk pergi berlindung sekaligus umrah ke tanah suci Mekkah.
"Dia kan ulama, punya jaringan, banyak yang mau membantu," katanya.

Namun sayangnya kasus penembakan tersebut tidak dilaporkan ke Polisi.

Akan tetapi menurut, Ustaz Sambo, pihak Rizieq sudah menyimpan peluru yang nyaris menyasar sang habib, dan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.

Sampai kapan Rizieq pergi meninggalkan tanah air, dia menyebut Habib Rizieq akan kembali ke tanah air jika segala teror dan ancaman yang dialami belakangan ini berakhir.

"Sampai aman negeri ini," katanya.

Sementara Panglima FPI Maman Suryadi saat dikonfirmasi belum bisa mengklarifikasi soal isu tersebut. Ia juga belum bisa memastikan kebenaran isu tersebut.
"Belum ada klarifikasi. Kebenarannya belum jelas," ujar Maman. 

Sesungguhnya dari dulu negeri ini aman-aman saja, hanya orang2 yang kebanyakan kasus aja yang merasa tidak aman hidup di negeri ini.
(Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo)IT
Berbeda, Karangan Bunga Oke Oce Dirusak Pengunjung Balai Kota

Berbeda, Karangan Bunga Oke Oce Dirusak Pengunjung Balai Kota

Sebuah karangan bunga bertuliskan "Move on dong coy! Ayo dukung oke oce" dari Topas TV rusak setelah belum lama dipajang di samping Blok G Balai Kota, Jakarta Pusat, 28 April 2017. TEMPO/Larissa

portal newsindo , Jakarta - Di tengah ribuan karangan bunga berisi kalimat dukungan, patah hati, dan jenaka untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, muncul karangan bunga berisi pesan berbeda. Karangan bunga itu tidak berisi kalimat kegalauan atau kegelisahan seperti seorang patah hati yang ditinggal kekasihnya seperti kiriman lain.

Karangan bunga itu diletakkan di sebelah Blok G, terselip di antara pepohonan. Tulisannya berwarna putih beralas kain merah, "Move on dong, Coy! Ayo dukung Oke Oce."

Di sudut kanan papan berukuran 6 x 1,5 meter itu, tercantum nama yang diduga sebagai pengirim, yaitu Topas TV, dilengkapi dengan tagline, "Pilihan pas untuk semua". Karena berbeda dengan yang lain, karangan bunga itu menjadi tontonan bagi pengunjung Balai Kota yang hendak bertemu dan berfoto dengan Ahok.

Tapi karangan bunga itu tidak bertahan lama. Dalam waktu singkat, bentuknya sudah tidak utuh lagi karena terdapat sobekan di sana-sini. Tulisan dengan papan styrofoam itu pun tidak utuh. Karangan bunga tersebut ditempeli sebuah spanduk kecil bertuliskan "#MenolakMoveOn".

Saat pengunjung yang asyik mengabadikan karangan bunga itu ditanya, tak ada satu orang pun mengaku atau melihat orang yang merusaknya. Mereka yakin karangan bunga itu sudah datang sejak pagi tadi.

Topas TV adalah salah satu perusahaan televisi berbayar dan televisi voucher yang menggunakan satelit. Selain melalui situs, khalayak dapat mengakses informasi dari media sosial. Perusahaan itu di bawah naungan Grup Mayapada dengan tokoh kunci Jonathan Tahir. [tempo]
Sudah Ada 3.200 Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota

Sudah Ada 3.200 Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota

Salah satu karangan bunga untuk Ahok-Djarot dengan pantun yang unik di Balai Kota DKI Jakarta, 27 April 2017. TEMPO/Maria Fransisca (magang)

Jakarta
- Karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, masih terus berdatangan. Dari tanda terima format A5, tercatat sudah ada 3.200 karangan bunga di Balai Kota hingga kemarin sore.

"Tadi malam juga masih datang. Jadi tidak tahu sampai pagi ini sudah berapa," ucap Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Mawardi di Balai Kota, Jumat, 28 April 2017. Siang ini pun masih ada yang mengirim.

Luas halaman Balai Kota terbatas, sehingga sebagian besar karangan bunga itu dijajarkan di sekeliling Monumen Nasional (Monas). Bunga-bunga yang telah lebih dulu datang akan dipindahkan, sehingga bunga yang baru bisa kembali masuk ke halaman Balai Kota. "Sekarang sudah lebih lancar (kiriman bunga) karena sudah dialihkan ke area sisi Monas.

Mawardi mengatakan Ahok ataupun Djarot mempersilakan siapa pun yang ingin mengirim bunga. Sejauh ini, ujar Mawardi, belum ada protes atau keluhan soal melubernya karangan bunga untuk Ahok dan Djarot dari pihak mana pun.

Sampai saat ini, tutur Mawardi, belum ada satu karangan bunga pun yang dibuang atau disingkirkan karena rusak atau layu. Karangan bunga yang sudah tidak sedap dipandang akan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Namun, sejauh ini, belum ada tanggapan dari Ahok mengenai nasib bunga-bunga itu. "Belum ada petunjuk dari Pak Gubernur soal bunga itu akan dikemanakan.”






Amin Rais: Jika Ahok Bebas, Revolusi Putih Akan Terjadi Dan Jokowi Akan Finish !


Terkait tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kasus Penistaan Agama oleh Ahok, tokoh reformasi, Prof D. Amin Rais angkat bicara dan memperingatkan Presiden Jokowi untuk berhati-hati.

Usai meresmikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal, di Clolo, Kadipiro, Solo, Jawa Tengah, dia menilai jika hakim memberikan putusan sama dengan jaksa, maka Presiden Jokowi akan memanen protes keras rakyat Indonesia.

“Kalau sampai hakim memberikan hukuman seperti keputusan jaksa, hukuman satu tahun dengan percobaan dua tahun (ini artinya bebas), saya kira Jokowi akan memanen protes luar biasa masyarakat Indonesia. Jangan pernah berharap jadi presiden lagi, sudah, itu keyakinan saya,” katanya, Senin (24/4/2017).

Menurutnya, kekalahan Ahok pada Pilkada DKI Jakarta menjadi bukti kekalahan Jokowi. Jokowi yang membanggaka Taipan pemilik modal besar, sehingga mudah meremehkan rakyat, kata Amin Rais justru akan memicu kemarahan.

“Jadi kalau Jokowi cukup cerdas, harus tahu kekalahan Ahok di Pilkada itu, kekalahan Jokowi juga. Kalau mau nekat hukuman diperingan, dia (Jokowi) finish. Jangan meremehkan umat Islam lah, jadi Taipan, Cukong ndak ada gunanya. Sebab rakyat kita makin pandai, malah marah nanti,” ucapnya.

Dia berpesan pada Jokowi untuk tidak mencampuri keputusan hakim dalam memutuskan sidang perkara penistaan agama oleh Ahok.

“Kalau mereka main uang dan sembako, kita marah, rakyat akan marah. Akan jadi bumerang, jadi pesan saya bung Jokowi, anda hati-hati, jangan mencampuri keputusan hakim itu. Kalau anda mencampuri saya kira anda juga akan finish. Saya tidak mendahului takdir Allah bahwa umat Islam sudah habis kesabarannya, pengalaman kemarin itu jelas sekali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amin Rais menegaskan hukuman bagi penista agama sewajarnya adalah dengan tuntutan maksimal lima tahun penjara. Jika penista agama bebas, dia yakin Jokowi akan lengser dan tidak akan pernah menjadi Presiden lagi.

“Kalau Ahok penista agama dihukum ringan, saya kira Jokowi jangan berharap jadi Presiden lagi,” pungkasnya. [opinibangsa.id / pmc]

Anis; Merasa Kurang Diperhatikan Warga Jakarta. "Yang Menang Itu Kami lho, Itu Namanya Tidak Menghargai Gubernur Terpilih"

JAKARTA - Karangan bunga untuk Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat masih berdatangan ke Balai Kota. Jumlahnya sudah lebih 2.000 buah.




"Saat ini tadi dapat informasi itu ada 2.700 karangan bunga papan dan handbucket ya," kata Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri, Mawardi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/4).
ANIES CEMBURU.! Yang Menang Itu Kami lho, Itu Namanya Tidak Menghargai Gubernur Terpilih, "Ungkap Anies."

Karena sudah terlalu banyak karangan bunga, Mawardi mengatakan karangan bunga yang lama akan ditempatkan di dekat pagar Monas, sedangkan yang baru tiba akan dipajang di halaman Balai Kota.


"Iya jadi yang sudah satu atau dua hari kemaren itu akan dipasang di samping pagar Monas luar itu, sedangkan yang baru dipersilakan untuk ditaruh dipajang di halaman Balai kota," jelas Mawardi.
Mawardi memastikan karangan akan diletakkan di luar pagar Monas yang menghadap ke jalan bukan di area dalam Monas.
baca juga ; Ahok Tak Lepas Kunci Password APBD DKI! Prabowo: Kami tidak Akan Diam Jika Anies Dipersulit,


Seiring bertambahnya karangan bunga di Balai Kota, warga yang berdatangan pun semakin banyak. Balai Kota seakan menjadi taman bunga 'dadakan' di pusat kota Jakarta.

"Kita mau lihat bunga-bunga, ini viral sekali ya makanya ke sini, mau ketemu Pak Ahok juga," kata salah satu warga, Santi, saat ditemui di Balai Kota.

"Saya dari kemarin ke sini memang untuk foto, kan ini bunga banyak banget. Tapi hari ini mau ketemu Pak Ahok juga, tadi saya foto bersama di dalam," kata warga lain, Sandy, di lokasi yang sama.

Saat ini, Balai Kota menjadi lokasi favorit warga Jakarta untuk berwisata dadakan atau sekedar berfoto. Selain gratis, sudah ada sekitar ribuan karangan bunga aneka rupa terpajang di seluruh area Balai Kota.


Mulai besok Pasukan Khusus Anies Sandi Akan Melakukan Swiping Terhadapa pengirim Karangan Bunga Untuk Ahok, "Yang Menangkan Saya, Itu namanya tidak menghargai gubernur Terpilih semuanya sudah diatur dalam undang-undang" Ungkap Anies.

sebenernya kalo karangan bunga itu buat anis mungkin bisa aja dibiarikan sampai tahun depan, lah ini bagaimana?

baca juga; Berbeda, Karangan Bunga Oke Oce Dirusak Pengunjung Balai Kota
siapa yang menang siapa yang dapat karangan bunga?

Anies - Sandi Terancam Tak Jadi Pimpin Ibukota Lantaran Hal Ini?


Anies Baswedan maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 ini.
Hasil perhitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga menyatakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menang dalam pilgub kali ini.

Jika tidak ada halangan, Oktober 2017 mendatang Anies bakal resmi menjabat Gubernur Jakarta.
Namun sayang, Anies tampaknya tak akan memimpin ibukota.
Pasalnya, Ibukota Negara Republik Indonesia disebut-sebut akan dipindah dari Jakarta.

Beberapa waktu lalu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan ibukota akan dipindah dari Jakarta ke Palangkaraya.
Hal ini didasarkan pada beberapa pertimbangan Presiden Joko Widodo.
Lebih lanjut, pihak Istana Negara bahkan sudah membahas tentang hal tersebut.

Satu alasan yang melatarbelakangi wacana pemindahan ibukota ini adalah agar pusat pemerintahan lebih Indonesia sentris.
Meski begitu, hingga saat ini wacana pemindahan ibukota tersebut masih sebatas pembicaraan informal.

"Sudah diwacanakan Presiden tetapi tentu kan mesti dibahas oleh Bappenas," ucap Teten di Kantor Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/4/2017), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Belakangan, isu tentang pemindahan ibukota pun kembali mencuat.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji beberapa lokasi untuk menggantikan Jakarta.
Sayang, pemerintah enggan blak-blakan soal hal tersebut pada publik.

"Pokoknya di luar Jawa," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Bojonegoro di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Ketidakterbukaan pemerintah terkait lokasi ibukota yang baru dikaitkan dengan harga tanah di area tersebut.
Lagi pula, pemindahan ibukota negara hanya sebatas pemindahan pusat pemerintahan.
Sementara pusat bisnis tetap akan berada di Jakarta.

Bambang pun mengatakan perizinan terkait lokasi baru ibukota bisa dengan mudah diurus.
"(Soal) perizinan ya sekarang kan jaman online untuk perizinan, masa mesti datang langsung ngisi formulir, jaman kuno itu," katanya.

Lebih lanjut, Bambang pun menjelaskan tentang syarat lokasi yang bisa dijadikan sebagai ibukota.
baca juga;Jaksa Agung Jawab Tudingan Fadli Zon soal Rekayasa di Tuntutan Ahok
Berdasarkan penjelasannya, lokasi yang akan dijadikan ibukota haruslah memiliki lahan yang cukup.

baca juga:

Tak cuma itu, tanah di tempat tersebut juga harus 100 persen milik negara.
"Pokoknya daerah yang punya lahan 100 persen dikuasai negara, jadi tak perlu pemerintah mengeluarkan uang," kata Bambang. (Tribunwow.com/Dhika Intan)
Hebat! Fadly Zon Ancam Jokowi Awas Kalau Sampai Ahok Dijadikan Menteri

Hebat! Fadly Zon Ancam Jokowi Awas Kalau Sampai Ahok Dijadikan Menteri

Ahok versi quick count dalam pilkada DKI Jakarta 2017 rupanya belum memuaskan nafsunya Fadly Zon untuk menghabisi Ahok dari peta perpolitikan Indonesia. Sekalipun Ahok sudah kalah telak dalam pilkada DKI, dendam kesumatnya belum tertuntaskan kalau batang hidung Ahok masih ada dilingkar kekuasaan.

Pasca kekalahan Ahok versi quick count dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua, Ahok digadang-gadang oleh mayoritas rakyat Indonesia yang menginginkan Ahok menjadi Menteri Dalam Negeri. Keinginan itu adalah keinginan yang wajar karena banyak orang menggantungkan harapan mereka kepada Ahok yang cerdas dan memiliki integritas yang tinggi.

Akibat keinginan mayoritas rakyat Indonesia yang disuarakan melalui media-media sosial, Fadli Zon langsung mengancam Presiden Jokowi agar jangan coba-coba angkat Ahok jadi Menteri. Menurut anak buahnya Prabowo Subianto itu, jika Presiden Jokowi sampai menunjuk Ahok menjadi Menteri, maka Jokowi harus siap menanggung risikonya.

“Silakan saja, tentu dengan segala risikonya,” ancam Fadli Zon.

Menurut Fadly Zon, jika suatu saat nanti Ahok sampai dijadikan Menteri oleh Presiden Jokowi, artinya nyata sudah dugaan mereka selama ini bahwa Ahok si penista agama Islam ternyata memang benar didukung oleh Istana Negara. Dengan kata lain, Fadly Zon mau bilang bahwa Presiden Jokowi adalah pendukung dan pembela penista agama Islam.

Ancaman yang dilakukan Fadly Zon terhadap Presiden Jokowi tujuannya sudah jelas, yaitu untuk mempengaruhi alam bawah sadar Jokowi agar tidak jadi mengangkat Ahok jadi Menteri.

Ancaman dengan mengatakan jangan coba-coba angkat Ahok jadi Menteri, seolah-olah dia mau kasih tahu Presiden kalau sampai angkat Ahok jadi Menteri, maka pihak mereka akan terus menciptakan kegaduhan-kegaduhan dan kekacauan-kekacauan seperti yang telah mereka lakukan terhadap Ahok selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta.

Padahal belum ada sinyal maupun statement apapun dari Presiden Jokowi yang mengarah akan mengangkat Ahok jadi Menteri. Presiden Jokowi hanya menanggapi secara singkat keinginan rakyat banyak yang ingin Ahok jadi Menteri bahwa Ahok masih Gubernur DKI Jakarta sampai Oktober 2017.

Selain itu, bukankah pengangkatan seseorang menjadi Menteri adalah hak prerogatif Presiden? Kok bisa Fadly Zon mengintervensi hak prerogatif Presiden dengan mengancam Jokowi dalam kapasitasnya sebagai seorang kepala negara?Hebat nian. Jangankan hanya seorang Fadly Zon, seorang Prabowo Subianto pun tidak punya hak untuk main ancam terhadap Presiden yang notabene adalah simbol negara.
Entah kenapa betapa bencinya Fadly Zon ini terhadap Ahok. Padahal Ahok tidak pernah melakukan satu kesalahanpun terhadapnya. Mentang-mentang sudah berhasil menjegal Ahok dari pilkada DKI dengan berbagai aksi abal-abal mereka melalui aksi-aksi nomor togel cantik 411, 211, 313, lalu bisa seenaknya main ancam terhadap Presiden RI.
Belum apa-apa sudah takut Ahok jadi Menteri. Mungkin Fadly Zon pikir Presiden Jokowi akan takut dengan ancamannya tersebut. Fadly Zon lupa bahwa Jokowi adalah Presiden yang tidak mempan intimidasi dan perang urat saraf murahan. Justru semakin di-kepret, Jokowi semakin melaju kencang. Istilahnya Setya Novanto, Presiden Koppig (nekat).

Mengkritik Presiden adalah hal yang wajar dan lumrah dalam kehidupan berdemokrasi, tapi kalau sudah sampai level main ancam terhadap kepala negara, itu artinya sudah melanggar hukum. Mengancam warga negara biasa saja bisa kena pidana, apalagi mengancam Presiden yang notabene adalah kepala negara dan simbol NKRI.
Kalau sama Presiden sudah berani main ancam secara frontal dan terang-terangan, apalagi sama rakyat jelata?
Kura-kura begitu.
Sumber : [seword]
Permainan Saham Bir Tanda Jakarta Syariah, Keuntungan Sandiaga Juga 9 Naga.

Permainan Saham Bir Tanda Jakarta Syariah, Keuntungan Sandiaga Juga 9 Naga.




Belum menjabat, mereka sudah “mencetuskan” sebuah gagasan yang tidak pernah disebutkan dalam kampanye, tidak pernah bukan kalian mendengar satu pun visi dari mereka saat debat, atau saat orasi dimana saja dengan mengatakan akan mengatur perda saham bir?

Kecurigaan jakarta Bersyariat, mereka menepisnya, tapi kenapa Sandiaga saat wawancara kali ini mengatakan bahwa saham Bir ini sangat tidak syariat? Kenapa dia mengucapkan kalimat syariat disana?

Ada kepentingan seperti apakah sehingga Sandiaga harus menggunakan alasan “Bir tidak bersyariat” padahal sebelumnya mereka membantah akan membuat Jakarta menjadi Jakarta bersyariah.

Berikut ucapan Sandiaga:

“Kalau bisa kita gunakan dana hasil penjualan yang lebih bermaslahat buat masyarakat, dari pada menunggu deviden dari sebuah investasi yang sangat-sangat tidak syariah,” kata Sandiaga kepada merdeka.com, Selasa (24/1) kemarin malam.

Cukup aneh sekali, juga ada pembanding kenyataan bahwa ini adalah sebuah alasan yang dibuat-buat, terkesan dari alasan Anies maupun Sandiaga yang kerap berbeda.

Anies Bilang Tidak Menguntungkan, Sandiaga Bilang Untung

Anies Bilang Tidak Menguntungkan

“Yang ketiga dari sisi keuntungan juga tidak menguntungkan. Dari sisi kebutuhan warga, warga justru lebih membutuhkan air bersih dari ada air minuman keras. Jadi dari air minuman keras untuk air minum. Minuman keras untuk air bersih. Begitu,” jelas Anies.

Sandiaga Bilang Untung

“Banyak banget yang berminat karena perusahaannya untung dan bagus, tapi nggak cocok dimiliki oleh Pemprov. Karena itu bukan hajat hidup orang banyak,” tegas Sandi

Pernyataan Anies maupun Sandiaga yang berbeda itu, juga menghasilkan sebuah permasalahan yang baru, yaitu pernyataan Anies yang mengatakan warga justru lebih membutuhkan air bersih, Sandiaga juga mengatakan hal yang sama, karena bir bukan hajat hidup orang banyak. Keduanya cocok, maka akan timbul sebuah masalah lanjutan.



Kita menarik ke tahun 2013 silam dimana Basuki Sabar Tunggu Aetra Mau Jual Saham ke DKI.

“Ya, tunggu saja niat baik dia sampai mau jual saham, tunggu saja,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (22/10/2013). “Supaya kita bisa yang menguasai. Jujur saja, Aetra sih oke,” kata Basuki.

Kita tarik kesimpulan disini, apakah Sandiaga dari dulu tahun 2013 menjual sahamnya? TIDAK. Akankah Sandiaga sekarang akan menjual sahamnya ke pemprov dimasa ia menjabat? Tentu juga TIDAK.

Padahal harusnya sudah jelas apa yang disampaikan Anies, air dibutuhkan warga, air kata Sandiaga juga hajat hidup orang banyak. Lantas kenapa Sandiaga juga tidak akan menjualnya? Malah hanya mau menjual saham bir saja? ANEH.

Mari kita tarik lagi permasalahan perbedaan Anies dengan Sandiaga yang berbeda, dan seolah-olah mereka beralasan yang baik, tapi tidak sinkron. Saya mencurigai ada peran 9 naga, dan juga Sandiaga yang seperti saya khawatirkan sebelumnya bahwa Sandiaga memang mengincar keuntungan berlebih dengan dia menjabat sebagai Wakil Gubernur.

Penjualan Saham Hanya Akan Menguntungkan Sandiaga Atau 9 Naga.

Jawabannya bukan karena Jakarta Bersyariat, bukan, itu hanya sebuah alasan saja, tapi yang sebenarnya adalah, Sandiaga memang menginginkan Saham Bir Pemprov DKI, atau rekan bisnis dari Sandiaga juga meminati akan hal itu, tentunya dengan tawaran harga yang sangat besar, beserta komisi apabila dibeli oleh pihak luar yang bukan Sandiaga.

Kalau Sandiaga yang membeli tentunya, maka otomatis saham tersebut akan meningkatkan asset lembar saham Sandiaga dan tentunya menambah daftar kekayaan Sandiaga.

Keduanya win-win solution keduanya sama-sama menguntungkan Sandiaga. Mungkin ini juga salah satu cara untuk membalikan modal dana kampanye Sandiaga dalam jangka panjang yang potensial. Karena keuntungan saham Bir ini memang menguntungkan, dan bohong apabila dikatakan bahwa saham bir ini sama sekali tidak menguntungkan.

Perlu kita ketahui bahwa:


Kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta sudah berjalan selama puluhan tahun. Hingga Selasa (25/4), tercatat porsi kepemilikan saham Pemprov DKI di perusahaan bir ini mencapai 23,34% atau setara dengan 186.846.000 lembar saham.

Kepemilikan saham tersebut sebenarnya sudah ada sejak zaman Ali Sadikin sebagai gubernur. Bahkan, kepemilikan saham perusahaan pemegang lisensi bir tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).



Sandiaga Atau 9 Naga Berminat Menguasainya.
Sedang Heboh, 3 Remaja Berhijab asal Pelosok Garut Bikin Band Metal, Hasilnya Lihat Sendiri Deh!

Sedang Heboh, 3 Remaja Berhijab asal Pelosok Garut Bikin Band Metal, Hasilnya Lihat Sendiri Deh!




Ban Metal tiga wanita berhijab VOB yang berasal dari singkatan Voice of Baceprot.

GARUT - Tiga orang remaja wanita berhijab yang berasal dari Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut kini sedang viral di sejumlah media sosial.VOB yang berasal dari singkatan Voice of Baceprot. (ISTIMEWA)

Meski berasal dari wilayah pelosok, mereka mengukir prestasi dengan membentuk sebuah band.

Tak tanggung-tanggung, ketiganya membawakan aliran musik Hip Metal Funky.

Meski bermain musik, ketiganya tak pernah melepaskan hijab. Kini hijab malah menjadi identitas mereka.

Band yang diberi nama VOB yang berasal dari singkatan Voice of Baceprot itu digawangi oleh Firdda Kurnia (vocal, guitar), Widi Rahmawati (bass), dan Euis Siti Aisyah (drum).

Siswa kelas X SMK Insan Mandiri, Banjarwangi itu sudah meniti karir sejak bangku SMP.

Kemampuan ketiga remaja itu ditemukan oleh Cep Ersa Ekasusila Satia yang saat itu menjadi guru di Mts Al Baqiyatussolihat.

Menurut Ersa, awalnya pada tahun 2014, saat menjadi guru konseling, ia khawatir dengan pergaulan remaja. Salah satu cara mendekatkan diri dengan para siswa melalui musik.

"Saya khawatir karena pergaulan remaja sekarang mengarah ke negatif. Saya berusaha mendekatkan diri lewat media musik," ujar Ersa melalui pesan singkat, Kamis (27/4/2017).

VoB terbentuk pada 14 Februari 2014. Awalnya ketiga remaja itu tak bisa memainkan alat musik. Namun berkat kerja keras ketiganya, kini secara bertahap sudah bisa mengikuti sejumlah festival band.

"Awal tampilnya ikut festival musik di Cikajang. Kemarin terakhir juga ikut Super Rawk dan masuk 10 besar," katanya.

Terakhir pada 21 April, VoB diundang ke salah satu televisi swasta nasional dalam rangka Hari Kartini.

VoB yang mempunyai jargon jadi generasi yang merdeka berkarya dan selamat dari penjajahan moral, itu juga tak meninggalkan prioritas utama sebagai seorang pelajar.

"Untuk hijab juga sudah komitmen dipakai terus. Bahkan Firdda juga jadi guru mengaji di sekitar rumahnya," ucapnya. (wij)

Muncul Screenshot WA Ahok diskusi dengan penjual karangan bunga, Coba tebak apa respon Ahok



Kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta mengejutkan banyak pihak.

Tidak sedikit dari simpatisan Ahok - Djarot yang bahkan mengaku masih sedih.

Sebagai wujud dukungannya kepada pasangan ini, sekitar 1.500 karangan bunga dikirim oleh warga ke kantor Balai Kota DKI Jakarta sejak Jumat (21/4/2017) lalu.

Saking banyaknya, karangaan bunga tersebut terpaksa dipajang bertumpuk.

Bunga-bunga itu pun memenuhi halaman, pendopo, selasar, Balairung hingga trotoar sekitar Balai Kota.

"Informasinya sekarang sekitar 1.000 karangan bunga, namun sedang didata dulu. Sama nanti ada tim, tapi informasi ke saya sudah ada 1.000 karangan bunga," kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah (KDH dan KLN) DKI Jakarta Muhammad Mawardi, kepada wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta.

Hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari petugas setempat untuk merapikan karangan bunga ini.

"Untuk sementara belum ada perintah khusus dari gubernur. Nanti akan dikomunikasikan lagi," kata Mawardi.

Di sisi lain, kabar mengejutkan pun datang akhir-akhir ini.

Banyaknya bunga yang dikirim ke Balai Kota disebut-sebut merupakan 'settingan' tim sukses Ahok dan Djarot.

Bahkan, di laman media sosial muncul screenshot percakapan WhatsApp yang seolah memperlihatkan Ahok tengah berdiskusi dengan Krisnhoe Bayoe Soedigdiyono sebagai penyedia karangan bunga

Dalam percakapan yang diunggah akun Twitter @SiBonekaKayu itu, Ahok terkesan menginstruksikan pedagang untuk mengirim karangan bunga secara bertahap.


Capture pesan

WhatsApp yang diduga pengirim bunga kepada Ahok (Twitter)

"Anonymous berhasil nge-hack HP Ahok. Karangan bunga belasungkawa ternyata rekayasa?" tulis akun @SiBonekaKayu mengiringi unggahan tersebut.

Titik terang pun mulai terbuka.

Pasalnya, netizen menyadari kalau gambar yang beredar tersebut merupakan hoax.

Mereka pun menangkap beberapa keganjilan yang mengisyaratkan bahwa screenshot chat tersebut memanglah tidak benar.

"Om, kl mau fitnah yg cerdas. Kl hp target yg di hack, yg tmpil nama lwn bicra bkn nama yg di hack," cuit @mr_zaxit.

"Lah gimana. Bilang nya nge-Hack Hp Ahok, kok nama yg di bagian atas chat obrolan, Ahok juga? Mumet ah..." kicau akun @DimasSamiaji.

Sementara itu, berkaitan dengan hal ini, Ahok pun angkat bicara.

Mantan Bupati Bangka Belitung ini Ahok pun meminta para awak media untuk mengonfirmasi hal tersebut pada warga yang mengirimkan bunga.

"Kamu tanya aja sama mereka sendiri," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/4/2017), sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.

Lebih lanjut, Ahok pun menyadariscreenshot percakapan tersebut memang sebuah kebohongan.

"Kamu baca aja, bikin capture-an palsu aja bodoh. Hijaunya kebaca ke siapa? Kamu perhatiin betul-betul," kata Ahok.

Dirinya juga mengaku heran dengan maksud pembuatan capture WA palsu tersebut. Ahok mempertanyakan maksud di balik pembuatan percakapan palsu itu.

"Orang yang bikin itu yah, maunya apa dari gue gitu loh, tanya maunya dia apa yang bikin itu," kata Ahok.

Komentar bernada nyinyir tak cuma datang dari oknum tak bertanggung jawab, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon pun menyatakan fenomena pengiriman karangan bunga untuk Ahok merupakan pencitraan.

"Sayang sekali kalau digunakan untuk pencitraan karena saya dengar karangan bunga itu sebagian besar dipesan dari toko yang sama," katanya di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Fadli Zon menyatakan dana untuk karangan bunga yang jumlahnya tak sedikit itu lebih baik disumbangkan.
Baca juga ;
Ahok Tak Lepas Kunci Password APBD DKI! Prabowo: Kami tidak Akan Diam Jika Anies Dipersulit, Kami akan Tindak Tegas

"Kalau satu karangan bunga saja seharga Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta kalau dikali 1000 itu lumayan sekali," ujarnya.(TribunWow.com/Dhika Intan)
Polisi Tidak Izinkan Aksi GNPF Besok: “Sudah Cukup, Masyarakat Capek”

Polisi Tidak Izinkan Aksi GNPF Besok: “Sudah Cukup, Masyarakat Capek”


Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan


Portal Newsindo – Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan berharap massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI tidak lagi menggelar aksi demonstrasi. Ia menyebut, masyarakat sudah capek oleh banyaknya aksi tersebut.

“Aksi apa lagi? Sudah cukuplah, mau aksi apa lagi?” kata Iriawan di acara grand launching Aplikasi Halopolisi di Depok Police Expo2, Margo City, Jl Margonda Raya, Kota Depok, Kamis (27/4/2017).

Selama ini, GNPF MUI kerap melakukan aksi yang tuntutannya tidak jauh dari persoalan hukum yang membelit Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Iriawan menilai aksi-aksi tersebut tidak produktif dan justru menguras energi bangsa. Oleh sebab itu, Iriawan mengimbau tidak lagi aksi turun ke jalan. Sebab, menurutnya, Ahok sudah diproses secara hukum.

“Kan sudah juga itu, kan sudah ditangani (diproses secara hukum), itu bukan ranah saya. Namun saya sampaikan, nggak usah lagi, sudah cukup. Masyarakat kita sudah cukup capek melihat aksi tersebut, jadi sudah cukuplah,” ucap Iriawan.

Iriawan pun meminta massa menghormati proses hukum yang sedang berjalan atas Ahok. Iriawan menegaskan tidak akan memberikan izin aksi massa.

“Yang jelas, kalau mereka turun, kita tidak mengizinkan. Untuk apa lagi, kan Saudara Ahok sudah ditangani secara hukum, kita percayakan kepada pengadilan. Jadi untuk apa lagi?” sambungnya.

Iriawan pun meminta menyudahi semua kegaduhan dan mengajak warga Jakarta bersatu kembali membangun Ibu Kota yang lebih baik.

“Kita sudahi selesai semuanya, mari kita kembali membangun rakyat ini untuk kembali semangat bekerja, sehingga masyarakat tidak ada lagi waswas, kecemasan. Cemas sekali masyarakat ini, jangan dibuat cemas teruslah,” ujarnya.

Diketahui, massa GNPF MUI berencana kembali melakukan aksi di depan eks gedung PN Jakarta Pusat di Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (28/4). Agendanya adalah long march dari Masjid Istiqlal hingga ke titik lokasi aksi. [jurnal]

Iri dengan ribuan karangan bunga, Hater Ahok bikin fitnah ini. Kini Terbongkar, Simak Faktanya!



Karangan bunga yang membuat iri.

Beberapa hari, ribuan karangan bunga membanjiri balai kota.  Hal ini tentu saja membuat iri semua pembenci Ahok.


Hari ini beredar tulisan di media sosial sumber tread kaskuser:

https://www.kaskus.co.id/thread/5900de0e1a99759c2b8b456c/wah-ternyata-ini-dia-sutradara-seribu-bunga-untuk-ahok/
Simak tulisannya!

Bunga-bunga itu sudah terlanjur dipesan untuk pesta kemenangan yang ternyata tak terjadi. Dan florist nya menolak pengembalian DP yang 50%. Jadinya ya tetap dibuat, dengan diubah tulisan (pesan) nya, dengan pengirim yang bermacam-macam.

Kabarnya total pesanan 1.854 karangan bunga.

Lalu dibuatlah event dadakan hari ini. Terus didramatisasi oleh para buzzer yang tak bisa move on.



Teman2 pecinta Ahok, rencana aku mau bikin papan kembang buat dikirim ke Ahok hari Rabu besok


Biar tgl.26 april bunga dia sepanjang 2 km masuk record dunia !! Hahaha

Kita semua yg sayang Ahok mau ngirim barengan biar masuk Guiness book of record, kalo mau sharing denganku nanti aku inbox nomor account ku.
Biaya kira $100 atau between rp.700ribu sampe sejuta.

Nanti aku tulisin nama2 kalian warga sydney pecinta Ahok


Sorry short notice krn aku busy jadi lupa.


link fb: https://web.facebook.com/livy.ck/posts/10213064839039843?pnref=story


Alhasil postingan Livy Ck menjadi viral dan dituding sebagai aktor dibalik ribuan bunga.

Nah, mari kita lihat faktanya.


Postingan diatas adalah tanggal 24 April. Sementara kiriman bunga buat Ahok sudah dimulai sejak 21 April 2017

Tidak percaya?


Simak artikel sumber merdeka.com

sumber: https://www.merdeka.com/jakarta/ahok-kalah-di-pilgub-balai-kota-dibanjiri-karangan-bunga-dukungan.html



Kami kutip:
 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat kalah dalam pilkada versi hitung cepat dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Meski kalah, banyak warga yang simpati dan mengirim bunga ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta petahana tersebut ke balai kota.
Dari pantauan merdeka.com, dari sejak pagi (21/4), Ahok dan Djarot mendapat kiriman karangan bunga dari para pendukungnya. Saati ini sudah ada tiga karangan bunga di Pendopo Balai Kota tempat Ahok dan Djarot bekerja. Karangan bunga itu bertuliskan 'Tetap Semangat Pak Ahok We Love You'.

Link sumber lainnya sejak 21 April 2017:
http://www.jawapos.com/read/2017/04/21/124961/simpati-terus-mengalir-tetap-semangat-pak-ahok-we-love-you 




Selain itu Bunga buat Ahok juga bertambah saat 23 April 2017 di hari Kartini

sumber link: http://www.suara.com/news/2017/04/21/095720/hari-kartini-ibu-ibu-bawa-bunga-mawar-tanda-cinta-ke-ahok


Kutipan:


Ratusan ibu-ibu dari kawasan DKI Jakarta datangi Gedung Balai Kota Jakarta pada, Jumat (21/4/2017). Kedatangan mereka untuk menyambut Hari Kartini yang jatuh tepat pada hari ini.


Mereka membawa bunga mawar berwarna merah dan putih sebagai perlambang cinta terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.


Berdasarkan pengamatan Suara.com di pendopo Balai kota DKI, mereka terlihat mengantre agar bisa mendapatkan foto bersama dengan Ahok, sekaligus ingin mengucapkan terimakasih atas kerja nyatanya selama menjadi orang nomor satu di ibu kota Indonesia.


Selain itu ada lagi di link: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170421093606-20-209151/mawar-hari-kartini-untuk-ahok/



Jadi, andai akun facebook diatas yang dituding sebagai akun otak dibalik ribuan karangan bunga itu salah besar karena postingannya baru tanggal 24 April sementara karangan bunga tersebut sudah ada sejak 21 April. 

Bagaimana menurut anda?
Back To Top