Powered by Blogger.

CB Blogger Lab

PEMBACA

JASA SEO CB

Ribuan Kiriman Bunga dan Pesan Cinta untuk Ahok Menuai Perhatian Dunia Dan Media-media Internasional

Ribuan Kiriman Bunga dan Pesan Cinta untuk Ahok Menuai Perhatian Dunia Dan Media-media Internasional



Warga masih berdatangan dan berswafoto dengan latar belakang karangan bunga untuk Ahok.


Jakarta - Rangkaian karangan bunga dari pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang memenuhi halaman Balai Kota ternyata tak hanya menarik perhatian para pencari berita di Tanah Air. Keberadaan tanda cinta itu pun tak luput dari sorotan para pewarta asing.

Sejumlah media Asia hingga Amerika pun mengangkat pemberitaan terkait karangan bunga untuk Ahok yang disertai ucapan-ucapan lucu itu.


Dalam artikel berjudul "More than a thousand turn up at Indonesia's City Hall to pay tribute to Ahok", media Singapura Straits Times edisi Selasa, 26 April 2017 menuliskan pemberitaan ratusan karangan bunga untuk pasangan Ahok-Djarot Saiful memenuhi
Balai Kota.

Melalui artikel berjudul "Indonesia: Governor Ahok gets rockstar treatment with flowers and trophies", Asia Correspondent mengangkat berita karangan bunga itu, termasuk hashtag#GombalinAhok yang menjadi viral di media sosial.

Dalam tulisan "A Torrent of Love And Flower Arrangements Flood City Hall For Ahok", media Amerika Vice menuliskan bahwa Ahok seperti rockstar alias bintang rock dalam tur terakhir, sehingga para penggemarnya mengirimkan bunga dan pesan cinta untuk dia ke Balai Kota.

Sementara media Filipina, Coconut, mengangkat peristiwa itu dalam "After election loss, City Hall flooded with flower boards and Ahok mobbed by fans expressing thanks and sympathy".

Pengiriman karangan dan buket bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat dilaporkan masih terus mengalir. Bahkan, hingga Kamis pagi jumlahnya membeludak hampir tiga kali lipat.

"Sampai saat tadi pagi (jumlahnya) 2.700," ujar Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri, Mawardi kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Namun, menurut Mawardi, hingga Kamis siang, karangan dan buket bunga masih terus berdatangan ke Balai Kota. lip6
Tanggapan Fadli Zon Yang Kekki Gara-gara Dapati Karangan Bunga 'Nyasar’ ke Gedung DPR

Tanggapan Fadli Zon Yang Kekki Gara-gara Dapati Karangan Bunga 'Nyasar’ ke Gedung DPR

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon
Sedang heboh-hebohnya karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota, ada satu yang mampir ke kantor Wakil Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Bunga tersebut ditujukan untuk Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon. Tidak ada nama pengirim terpampang di karangan bunga tersebut. Hanya tertulis, Tim Pencitraan.
Di karangan bunga bercorak hitam, merah, putih, dan kuning itu tertulis kalimat “Dear Bapak Fadli Zon, Mohon titip bunga di sini ya!! Karena Balai Kota sudah penuh.”
Karangan bunga tersebut masih terkait dengan maraknya kiriman karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pasca.
Fadli kemudian mengunggah foto karangan bunga yang ditujukan untuknya itu ke akun Twitter-nya, @fadlizon.
Lewat unggahan tersebut, Fadli mengucap terima kasih sekaligus mempertanyakan sosok di balik pengirim karangan bunga tersebut.
“Kepada Tim Pencitraan, saya ucapkan terima masih atas kiriman karangan bunganya untuk saya ke DPR, siapakah Tim Pencitraan?” tulisnya, Sabtu, 29 April 2017.
Tidak sampai di situ, Fadli kemudian melanjutkan cuitannya dengan pernyataan yang terkesan menyindir pasangan Ahok-Djarot yang kalah dalam pilkada DKI, dan sempat diterpa rumor melakukan kecurangan yakni membagikan paket sembako untuk meraih suara di sejumlah wilayah menjelang pencoblosan 19 April lalu.
“Daripada kirim karangan bunga, saya sarankan kirim saja sembako, lebih bermanfaat seperti sembako beberapa hari sebelum pilkada, bisa ribuan paket sembako,” cuitnya.
Sebelumnya, Fadli juga mengungkapkan pernyataan kontroversial terkait membanjirnya rangkaian bunga yang mengalir untuk Ahok-Djarot di Balai Kota. Ia mengatakan bahwa fenomena tersebut adalah pencitraan murahan.
“Saya rasa masyarakat sudah tahulah. Itu bisa bukan efek positif yang didapat, tapi efek negatif, apalagi kalau ketahuan sumbernya itu-itu juga. Jadi pencitraan murahan,” kata Fadli di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).
Hingga total karangan bunga yang sudah ada di Balai Kota mencapai 3.500 lebih. Karangan-karangan bunga tersebut dikirimkan oleh simpatisan Ahok-Djarot sebagai wujud ungkapan terima kasih sekaligus dukungan. JP
Seorang Marrisa haque Yang Bergelar Doktor dan Professor bunyani Kok Bisa Tertipu Media Hoax?

Seorang Marrisa haque Yang Bergelar Doktor dan Professor bunyani Kok Bisa Tertipu Media Hoax?




Lagi-lagi Dr. Hj Marissa Haque membuat kehebohan di jagad twitter. Kali ini karena Ia mengunggah sebuah berita dari situs abal-abal yang mencomot nama CNN Indonesia. Judul berita itu panjang sekali “Tertipu Hutang Karangan Bunga Untuk Ahok 1,3 Miliar : Pemilik Lucky Florist, Feriyanto (32) Mengaku Kecewa Karangan Bunga Yang Dipesan Tapi Belum Dibayar Lunas, Dia Menegaskan Akan Menempuh Jalur Hukum Tim Ahok yang Ditagih Hutang Malah Mengancam Keluarganya”.
Dari segi tampilan saja, berita itu sudah kelihatan abal-abalnya. Bandingkan dengan tampilan asli CNN Indonesia berikut ini :

Kedua, dari judulnya saja sudah tidak memenuhi kaidah jurnalistik. Mana ada judul media sebesar CNN ditulis sepanjang itu? Tentu netizen jadi mempertanyakan bagaimana mungkin Marissa Haque yang selalu bangga dengan pendidikan tingginya (S3 dan punya gelar sarjana dari beberapa disiplin ilmu) bisa demikian mudahnya tertipu? Diunggah pula di akun pribadinya. Yang membuat saya heran juga, apakah kalimat “lebih baik untuk anak yatim/sosial daripada dibuat bunga untuk Ahok” sudah menjadi template nyinyiran kubu yang berseberangan dengan Ahok?

Pihak Lucky Florist sendiri sampai membuat klarifikasi di akun Instagram mereka untuk menegaskan bahwa berita yang disebarkan Marissa itu salah. Mereka menjelaskan pesanan-pesanan yang masuk sudah dibayar lunas dan yang memesan bukan satu orang, melainkan banyak orang baik dari Jakarta, luar Jakarta, sampai luar negeri. Lagipula sebetulnya sudah banyak juga media yang mewawancarai beberapa penjual toko bunga di Jakarta dan mereka semua mengatakan bahwa karangan bunga untuk Ahok-Djarot itu yang memesan memang berbagai elemen masyarakat, bukan settingan kubu Ahok seperti yang dituduhkan selama ini.






Ada pula Buni Yani yang bersitegang dengan Profesor Yusuf L. Henuk, profesor pertanian dari Universitas Sumatera Utara (USU). Ia mengecap Prof. Yusuf kampungan dan menantangnya membuktikan kemampuan sebagai akademisi. Komentar Prof Yusuf tentang kasus hukumnya dan juga kasus hukum Ahok dipandang tidak karena semata karena Prof Yusuf orang pertanian. Lah memangnya kalau sekedar berkomentar harus menjadi ahli dalam suatu bidang? Kecuali kalau kapasitasnya sebagai saksi ahli baru hal itu dilakukan. Prof Yusuf berkomentar sebagai seorang warga biasa, bukan berbicara secara keilmuan. Lah kalau logika yang sama harusnya Buni Yani juga tidak berhak mengatakan Ahok menista agama karena Ia sendiri bukan ahli agama bukan?



Entahlah Marissa dan Buni Yani ini sedang memberikan gambaran apa atas sebagian kelompok masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi. Dalam pandangan kita secara umum tentu kita berpikir bahwa masyarakat yang berpendidikan tinggi tidak akan mudah termakan hoax atau juga tidak akan mudah mempersoalkan hal remeh.

Dalam psikologis masyarakat kita, mereka yang berpendidikan tinggi ataupun memiliki profesi seperti dosen dipandang sebagai intelektual dan orang yang layak dihormati. Sehingga banyak masyarakat yang percaya begitu saja dengan apapun yang orang berpendidikan tinggi katakan. Buni Yani menyandang gelar master dan sebelumnya adalah seorang dosen, Marissa Haque juga punya sederet gelar yang kadang membuat kita ternganga dan membatin “nggak capek apa ya sekolahnya?“.

Dunia digital telah menghadirkan platform media sosial yang memungkinkan orang satu sama lain saling berinteraksi dan berkomentar meski tak mengenal satu sama lain. Dalam ranah kebebasan berdemokrasi sah-sah saja orang berpendapat asalkan tidak melanggar hukum ataupun menyinggung SARA. Misalkan Prof. Yusuf punya pendapat atas kasus Buni Yani dan Ahok, itu haknya berkomentar. Buni Yani tidak boleh marah apalagi sampai menuduhnya kampungan karena menuliskan gelarnya di media sosial. Gelar memang tidak harus ditampilkan di media sosial, namun jika orang ingin menuliskannya tentu sah-sah saja asalkan Ia siap dengan konsekuensinya dan tidak sensitif jika ada pihak lain yang menilai kepantasan antara gelar dan perilaku seseorang di media sosialnya.

Misalnya Prof. Yusuf, Ia menampilkan identitasnya sebagai dosen. Tutur katanya pun terkesan terpelajar. Isi cuitannya juga masuk akal. Tidak ada yang bertentangan dengan gelar yang Ia tuliskan di situ. Berbeda ketika Marissa menuliskan gelar Doktornya di akun twitternya namun Ia ternyata mengunggah berita yang jelas-jelas hoax maka netizen pun menanyakan “kok Doktor begitu saja tidak bisa membedakan mana hoax dan tidak?“. Kita bertanggungjawab dengan apa identitas dan citra yang ingin kita tampilkan di media sosial. Kalaupun Buni Yani tidak suka dengan apa yang Prof Yusuf katakan maka twitter sesungguhnya sudah menyediakan fitur block ataumute. Tidak perlu kemudian sampai mengampung-ngampungkan orang lain yang bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda yang bersangkutan bersifat seperti itu. Jangan malah bersikap seperti orang tidak mengenyam pendidikan. seword

Inilah Barang Bukti Pornografi Firza Husein Yang Tidak Bisa Di Elakkan Kebenarannya


Kasus chat seks dan pornografi yang menyeret nama pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan seorang perempuan bernama Firza Husein, tinggal menunggu waktu untuk diungkap tuntas. Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan, kasus itu mirip dengan yang pernah dialami penyanyi Ariel Peterpan, sehingga mudah ditangani dan dapat dibuktikan.

"Itu tidak sulit. Hampir sama dengan kasus Ariel. Ada ahli yang menangani secara scientific investigation. Kita siap hingga nanti tidak bisa dibantah," kata Iriawan di Jakarta Utara kala itu, Minggu, 5 Februari 2017.

Kasus video porno Ariel muncul pertama kali pada 22 Mei 2010. Kasus itu membuat Ariel diseret ke meja hijau dan dijatuhi hukuman penjara 3,5 tahun.

Hingga kini, Kapolda Metro Jaya telah mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap kasus tersebut. Hanya saja, salah satu terlapor, yakni Rizieq Shihab belum memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa.

Rizieq Shihab sebelumnya telah membantah kebenaran video yang memuat chat seks tersebut. "Menyangkut video yang beredar, saya dari FPI dan GNPF MUI hanya bisa mengatakan video yang beredar itu semuanya fitnah. Dan itu merupakan ujian dari perjuangan kita," kata Rizieq di Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, pada 1 Februari 2017.

Bantahan yang sama juga disampaikan Firza Husein. Wanita tersebut bahkan menyebut telah menjadi korban fitnah dalam kasus chat seks tersebut.
Salinan chat seks yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dengan Firza Husein tersebar luas di dunia maya.

Berikut kondisi terkini dan upaya polisi mengungkap kasus chat seks yang melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Barang Bukti Identik

Polda Metro Jaya telah menyita sejumlah barang bukti dari rumah rumah Firza Husein. Barang bukti tersebut identik dengan gambar yang ada dalam foto tak senonoh, yang sempat viral di media sosial.

Beberapa barang bukti itu antara lain TV dan lantai.
"Kan sudah nyebar tuh di medsos. TV-nya jelas (sama), lantainya jelas. Harusnya begitu kan (tidak bisa mengelak)," kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 26 April 2017.

Dengan barang bukti tersebut, Firza kemungkinan sulit mengelak bahwa perempuan dalam foto tak senonoh itu adalah dirinya.

Sebelumnya, Firza tak pernah mengakui bahwa foto di chat seks yang sempat viral itu adalah dirinya. Namun Iriawan menegaskan, kepolisian tidak mengejar pengakuan dalam menyidik kasus.
16 Lekuk Tubuh

Seperti dalam kasus Ariel, Polda Metro Jaya akan mengungkap kasus chat seks yang diduga melibatkan Firza Husein dengan Rizieq Shihab dengan menyamakan lekuk tubuh yang ada di dalah foto dengan lekuk tubuh diduga pelaku.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan, ada 16 lekuk tubuh yang tak bisa dimungkiri untuk membuktikan kasus tersebut, meski pelaku tidak mengaku.

"Ariel kan tidak ngaku. Ini kan dari suara itu ada, lekuk-lekuk tubuh ada, 16 lekuk tubuh yang tak bisa dimungkiri dengan tubuh Firza Husein dalam kasus ini. Nanti kita akan periksa dengan dokter forensik," ucap Iriawan, Rabu 26 April 2017.

Iriawan menyatakan, Polda Metro memiliki ahli fotografi forensik dan ahli kedokteran yang dapat mempelajari lekuk-lekuk tubuh, dan menyesuaikannya dengan gambar dan aslinya.
"Untuk itu, mari kita tunggu tim sedang bekerja. Untuk memastikan saudari Firza Husein yang ada di video yang beredar atau bukan," ucap Iriawan.

Firza Membantah

Firza Husein sejak jauh-jauh hari mengatakan bahwa wanita yang ada dalam foto porno itu bukan dirinya. Dia juga mengatakan menjadi korban fitnah dalam kasus chat seks ini.
Namun Kapolda Iriawan heran dengan pernyataan tersebut.

"Sekarang begini saja, ibu difitnah sama orang, marah enggak? Kira-kira lapor enggak? Firza lapor enggak? (Tidak). Ya sudah terima kasih ya," kata Iriawan.

Firza telah diperiksa terkait kasus ini saat dirinya ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, atas kasus dugaan makar. Firza kembali dipanggil penyidik bersama sejumlah saksi lainnya, seperti Rizieq, Muhsin Alatas, dan Kak Ema pada Selasa 25 April kemarin, tak tak hadir.

Jemput Paksa

Tak hanya Firza yang mangkir dari panggilan polisi, Rizieq Shihab pun demikian. Pemimpin FPI itu tidak terlihat datang ke Polda saat dipanggil sebagai saksi pada 25 April lalu.

Terkait sikap Rizieq ini, Kapolda Iriawan mengancam bakal menjemput paksa jika pada panggilan kedua nanti Rizieq tetap mangkir.

"Kalau tidak hadir sekali lagi, ya bisa kita jemput paksa," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 26 April 2017. Rencananya, pemeriksaan pada panggilan kedua ini akan dilakukan awal Mei 2017.

Sebelumnya, Rizieq membantah dengan mengatakan, wanita yang berada di rekaman video itu telah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya bahwa video yang beredar tersebut tidak benar dan semua itu merupakan fitnah.

"Satu hal yang harus kita ingat, wanita yang ada di video tersebut sudah mengonfirmasi melalui kuasa hukumnya menanggapi dengan siaran pers suara maupun chat tidak diakuinya. Dikatakan oleh bersangkutan itu sebagai fitnah dan akan menuntut semua yang melakukan fitnah dengan video tersebut," kata Rizieq Shihab. [hendonesia]

'Diteror Sniper' Habib Rizieq tinggalkan tanah air & sebut tidak akan kembali sampai.. Sampai Kapan? Sampai Kasusnya di Peti Es Kan??


Polisi membantah ada penembakan di kamar pribadi pondok pesantren milik imam besar Front Pembela Islam (FPI) KH Rizieq Shihab kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Kabar tersebut awalnya beredar di media sosial yang diposting oleh sebuah akun Instagram.
"Tidak ada (soal penembakan kamar Habib Rizieq," ujar Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.

AKBP Dicky menjelaskan foto pecahan kaca di kamar Habib Rizieq yang diunggah oleh salah satu akun Instagram @rat0n0efendi bukan berasal dari peluru.
Ia meragukan ada penembakan.

"Mungkin kerikil atau batu," ujarnya.
Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo mengatakan Habib Rizieq saat ini sudah berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya yang berjumlah 18 orang.

Idrus Sambo menyebut kepergian Habib tersebut lantaran ada upaya pembunuhan alias penembakan terhadap Habib Rizieq Shihab.

"Jadi dia habis zikir pagi-pagi, di depan rumahnya, kan ada pendopo. Itu ditembak, tapi meleset," ujar Ansufri Idrus Sambo.

Menurut Ansufri Idrus Sambo, di depan rumah Habib Rizieq di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memang terdapat pendopo yang biasa digunakan untuk berzikir.

Selasa lalu saat menunaikan ibadah tersebut, Ustaz Sambo menyebut ada peluru yang mendarat di pendopo, tidak jauh dari tempat Habib Rizieq berzikir.

Setelah kejadian itu, penjagaan di tempat tersebut diperketat.
Rizieq langsung mengurus segala sesuatunya agar ia dan keluarga besarnya bisa segera meninggalkan tanah air, untuk pergi berlindung sekaligus umrah ke tanah suci Mekkah.
"Dia kan ulama, punya jaringan, banyak yang mau membantu," katanya.

Namun sayangnya kasus penembakan tersebut tidak dilaporkan ke Polisi.

Akan tetapi menurut, Ustaz Sambo, pihak Rizieq sudah menyimpan peluru yang nyaris menyasar sang habib, dan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.

Sampai kapan Rizieq pergi meninggalkan tanah air, dia menyebut Habib Rizieq akan kembali ke tanah air jika segala teror dan ancaman yang dialami belakangan ini berakhir.

"Sampai aman negeri ini," katanya.

Sementara Panglima FPI Maman Suryadi saat dikonfirmasi belum bisa mengklarifikasi soal isu tersebut. Ia juga belum bisa memastikan kebenaran isu tersebut.
"Belum ada klarifikasi. Kebenarannya belum jelas," ujar Maman. 

Sesungguhnya dari dulu negeri ini aman-aman saja, hanya orang2 yang kebanyakan kasus aja yang merasa tidak aman hidup di negeri ini.
(Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo)IT
Back To Top